Warga Selorejo Blitar Digegerkan Temuan Mayat Pria di Bawah Jembatan, Korban Diduga Depresi

Ringkasan Berita
  • Warga Dusun Jarangan, Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Blitar, dikejutkan oleh penemuan mayat pria di bawah jembatan pada Senin (25/5/2026).
  • Korban berinisial IN (38 tahun) ditemukan dalam posisi tengkurap dan diduga meninggal akibat terjatuh dari jembatan tanpa tanda-tanda kekerasan.
  • Hasil pemeriksaan polisi dan medis tidak menemukan bekas aniaya atau kekerasan pada tubuh korban, sehingga penyebab kematian diduga kuat karena depresi atau tekanan hidup.
  • Korban pertama kali ditemukan oleh pekerja yang sedang memperbaiki kabel telepon fiber di sekitar lokasi, lalu dilaporkan ke perangkat desa dan polisi.
  • Keluarga korban mengonfirmasi bahwa almarhum selama ini memang mengalami tekanan hidup atau depresi.

BLITAR,BANGSAONLINE.com - Warga Dusun Jarangan, Desa Boro, Kecamatan Selorejo digegerkan dengan penemuan mayat pria di bawah jembatan, Senin (25/5/2026) petang.

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap tidak jauh dari jembatan di wilayah setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial IN (38), warga Desa Boro, Kecamatan Selorejo. Korban diduga meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan.

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, mengatakan hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ada bekas aniaya. Diduga karena depresi atau tekanan hidup,” kata Aiptu Muheni, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan korban pertama kali ditemukan oleh pekerja yang sedang memperbaiki kabel telepon fiber di sekitar lokasi.

Saat melakukan perbaikan jaringan, pekerja melihat seseorang dalam posisi tengkurap di bawah jembatan.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Selorejo.

“Petugas Polsek Selorejo, SPKT, Tim Inafis Satreskrim, bersama tim medis dan kesehatan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara,” katanya.

Muheni menambahkan hasil pemeriksaan medis tidak menemukan luka akibat penganiayaan maupun kekerasan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui selama ini mengalami tekanan hidup atau depresi.