Ringkasan Berita
- Gubernur Jawa Timur Khofifah menegaskan generasi Qur'ani yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan berbudaya literasi adalah modal utama daya saing bangsa di masa depan. Pesan ini disampaikan dalam acara Gebyar Prestasi Al-Qur'an dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Khadijah Surabaya yang dihadiri 866 siswa.
- Pendidikan Al-Qur'an dinilai tidak hanya mengajarkan baca-tulis dan hafalan, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, integritas, serta kepedulian sosial. Khofifah menekankan pentingnya memadukan kecakapan akademik dengan kekuatan moral dan spiritual untuk membangun sumber daya manusia.
- Gubernur mengapresiasi para pendidik yang konsisten membimbing siswa mencintai Al-Qur'an dan memberikan penghargaan serta uang pembinaan kepada siswa berprestasi dalam tartil, tahfidz, hingga hafalan 30 juz. Ia berpesan agar para wisudawan tidak berhenti pada hafalan, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an.
- Khofifah mengajak generasi muda membangun budaya literasi yang kuat, merujuk pada wahyu pertama 'Iqra' (bacalah). Literasi yang dimaksud tidak sekadar membaca, tetapi juga mencerdaskan dan memperkaya pengetahuan untuk menyiapkan generasi menghadapi perubahan zaman.
- Menurut Khofifah, generasi yang dekat dengan Al-Qur'an dan memiliki budaya literasi yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Ia menegaskan daya saing tanpa karakter akan kehilangan arah, sedangkan kemajuan tanpa moralitas akan kehilangan makna.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menegaskan bahwa generasi Qur’ani yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan memiliki budaya literasi merupakan modal utama membangun daya saing bangsa di masa depan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Gebyar Prestasi Al-Qur’an dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Khadijah Surabaya di Gedung ICBC Surabaya, Minggu (14/6/2026).
Khofifah menekankan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya membentuk kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, serta kepedulian sosial.
“Perubahan zaman bergerak begitu cepat dan menghadirkan berbagai tantangan baru. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan fondasi moral yang kokoh. Karena itulah pendidikan Al-Qur’an menjadi sangat penting sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia harus memadukan kecakapan akademik dengan kekuatan moral dan spiritual.
“Daya saing tanpa karakter akan kehilangan arah, sedangkan kemajuan tanpa moralitas akan kehilangan makna,” tuturnya
Acara tersebut diikuti 866 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di bawah Yayasan Khadijah. Khofifah menyerahkan penghargaan dan uang pembinaan kepada siswa berprestasi dalam kategori tartil, tahfidz, hingga capaian hafalan 30 juz.
Ia juga mengapresiasi pengurus, ustadz, dan ustadzah yang konsisten membimbing peserta didik mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. Khofifah berpesan agar para wisudawan tidak hanya berhenti pada capaian hafalan, tetapi juga menjaga hafalan dan mengamalkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia pun mengajak generasi muda membangun budaya literasi yang kuat, sebagaimana pesan wahyu pertama Al-Qur’an, Iqra’. Menurut dia, literasi tidak sekadar membaca, tetapi juga mencerdaskan dan memperkaya pengetahuan.
“Generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki budaya literasi yang baik akan lebih siap menghadapi perubahan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” pungkasnya. (dev/mar)










