BPR Jwalita Raih Prestasi Nasional, DPRD Trenggalek Beri Apresiasi

Ringkasan Berita
  • BPR Jwalita, yang diubah namanya dari Bank Perkreditan Rakyat, meraih penghargaan Top BUMD tingkat nasional setelah mendapat penyertaan modal dari pemerintah daerah Trenggalek.
  • Penyertaan modal tersebut bertujuan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mempermudah akses kredit bagi usaha mikro di Trenggalek.
  • Mayoritas saham BPR Jwalita dimiliki oleh Pemkab Trenggalek, dengan harapan bank menjadi mitra strategis dan 'bapaknya Bank Trenggalek'.
  • DPRD mendorong agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah menggandeng BPR Jwalita dalam layanan keuangan agar PAD tidak 'lari' ke luar daerah.

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, memberikan apresiasi atas capaian Bank Pereknomian Rakyat (BPR) Jwalita yang berhasil meraih penghargaan Top BUMD tingkat nasional.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan penyertaan modal terhadap BPR Jwalita sekaligus mengubah nama dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Pereknomian Rakyat Jwalita melalui rapat paripurna. Upaya tersebut dilakukan agar BPR Jwalita mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tentunya dengan adanya suntikan dana ini bagaimana BPR Jwalita membantu usaha-usaha mikro yang ada di Trenggalek,” kata Mugianto.

Ia berharap, BPR Jwalita dapat mempermudah akses kredit bagi debitur serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah. 

“Dan besar harapan kami pemerintah daerah menjadi bapaknya Bank Trenggalek,” ucapnya.

Mugianto juga mendorong agar BPR Jwalita digandeng oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kegiatan yang berkaitan dengan layanan keuangan. 

“Daripada PAD-nya lari ke yang lain lebih baik kembali ke Trenggalek sendiri,” tuturnya.

Terkait kepemilikan saham, ia menegaskan mayoritas saham BPR Jwalita dimiliki Pemkab Trenggalek, sementara sebagian kecil berasal dari pihak swasta. (man/mar)