Peringati Hari Jadi ke-108, Pemkot Madiun Pukau Warga Lewat Parade 'Military Drumband'

Ringkasan Berita
  • Parade drumband spektakuler bertema 'Military Drumband' digelar Pemerintah Kota Madiun sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-108, dengan rute dari Balai Kota hingga Stadion Wilis.
  • Acara diawali upacara khidmat di Balai Kota dan diikuti parade kompetitif di sepanjang jalan utama dengan selisih penilaian sangat tipis antarpeserta.
  • Plt Wali Kota menyatakan konsep ini rutin digelar untuk menghibur dan menanamkan nilai keterampilan, kekompakan, dan kedisiplinan melalui filosofi permainan drumband.
  • Kelompok drumband dari instansi sekolah juga akan diberi panggung tampil pada acara pra karnival di keesokan harinya, melanjutkan hiburan bagi masyarakat.
  • Parade ini diharapkan tidak hanya sebagai tontonan hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif dengan nilai-nilai yang dapat ditiru masyarakat.

KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com – Kemeriahan rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun terus berlanjut. Kali ini, Pemerintah Kota Madiun menggelar parade drumband spektakuler dengan mengusung tema 'Military Drumband'. Parade ini mengambil rute mulai dari depan Balai Kota Madiun dan finis di Stadion Wilis, Sabtu (20/6/2026).

Sebelum para peserta unjuk gigi menyusuri sepanjang Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman, hingga Jalan Mastrip, agenda ini diawali dengan upacara bersama yang khidmat di halaman Balai Kota Madiun.

Usai menyaksikan jalannya parade, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menjelaskan konsep serta maksud di balik pemilihan tema Military Drumband pada gelaran tahun ini.

"Military drumband ini membawa konsep dengan tema militer. Sehingga ini dilombakan karena ini menjadi kegiatan rutin pemerintah kota," terang Bagus.

Bagus menambahkan, hiburan drumband bagi masyarakat Madiun tidak berhenti sampai di sini saja. Ia memastikan bahwa kelompok drumband dari instansi sekolah juga akan diberi panggung untuk tampil pada keesokan harinya.

"Untuk drumband-drumband yang ada di sekolah akan diadakan besok pada acara pra karnival," imbuhnya.

Karena parade kali ini dikemas dalam bentuk kompetisi resmi, Bagus menilai kualitas penampilan dari masing-masing peserta sangat kompetitif. Hal tersebut terlihat dari hasil penilaian juri yang menunjukkan selisih poin sangat tipis antarkelompok.

Melalui kompetisi ini, Bagus berharap masyarakat yang menonton tidak hanya sekadar terhibur, melainkan juga mampu memetik nilai-nilai positif yang tercermin dari setiap filosofi permainan drumband.

"Dari drumband yang kita harapkan adalah dampaknya, bahwa di dalamnya ada keterampilan, kekompakan, dan kedisiplinan sehingga masyarakat bisa menirunya," pungkas Bagus. (adv/dro)