Ringkasan Berita
- DPRD Kota Madiun menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kota Madiun ke-108, yang diisi dengan kilas balik sejarah dan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur.
- Ketua DPRD Armaya mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Madiun, terutama pasca-terjadinya kondisi darurat (force majeure) yang berdampak global.
- DPRD memberikan ruang dan kelonggaran bagi OPD untuk fokus mengeksekusi program kerja strategis yang berdampak pada stabilitas politik dan kesehatan keuangan daerah.
- Angka kemiskinan menjadi fokus krusial yang akan diawasi ketat oleh DPRD, dengan pengalihan anggaran ke program pengentasan kemiskinan dan pemangkasan program seremonial yang tidak penting.
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com – Momentum peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 turut dirayakan secara khidmat oleh jajaran legislatif. Bertempat di Gedung Paripurna, DPRD Kota Madiun menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati hari lahir kota tersebut, Sabtu (20/6/2026).
Nuansa budaya dan refleksi sejarah kental terasa dalam rapat kali ini. Selain agenda formal, prosesi sidang juga diselingi dengan pembacaan kilas balik sejarah berdirinya Kota Madiun serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur.
Usai memimpin jalannya rapat, Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, mengingatkan bahwa di tengah euforia perayaan hari jadi ini, Pemerintah Kota Madiun tidak boleh lengah. Sebab, masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan, terutama pasca-terjadinya sejumlah kondisi darurat (force majeure) beberapa waktu lalu yang berimbas pada situasi global saat ini.
"Madiun masih banyak PR yang banyak karena adanya kejadian forcemajeure kemarin kita ubah dengan situasi global kayak gini," ujar Armaya.

Merespons tantangan tersebut, Armaya menyebut pihak legislatif memberikan ruang dan kelonggaran bagi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk lebih fokus mengeksekusi program kerja strategis yang telah dicanangkan, khususnya yang berdampak langsung pada stabilitas politik dan kesehatan keuangan daerah.
"Kalau itu untuk kepentingan masyarakat tidak menutup kemungkinan kita akan suport," lanjutnya.
Salah satu fokus krusial yang disoroti dewan adalah angka kemiskinan yang harus terus ditekan. Armaya menegaskan, DPRD Kota Madiun akan mengawal ketat postur anggaran agar program-program kerja Pemkot benar-benar berkiblat pada pengentasan kemiskinan. Sebaliknya, program yang dinilai seremonial dan tidak mendesak akan langsung dipangkas.
"Programnya nanti kita lihat, selama itu enggak penting kita cut. Arahkan ke sana karena itu akan menjadi beban. Dan kita tidak mau itu," pungkas Armaya menyudahi keterangannya. (dro)










