Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi Kemarau dan El Nino

Ringkasan Berita
  • Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino, didukung oleh produksi pangan yang stabil.
  • Produksi beras semester pertama 2026 diproyeksikan surplus 3,7 juta ton di atas kebutuhan konsumsi, dengan sebagian besar telah diserap oleh Bulog.
  • Stok beras pemerintah yang dikelola Bulog mencapai rekor tertinggi 5,17 juta ton, dan realisasi penyaluran cadangan beras pemerintah telah mencapai 1,07 juta ton.
  • Bapanas memproyeksikan stok beras nasional akhir 2026 mencapai 16,24 juta ton, yang dinilai cukup memenuhi kebutuhan konsumsi hingga Mei 2027.
  • Pemerintah telah melakukan antisipasi dini melalui koordinasi dengan BMKG, penguatan produksi, dan sosialisasi pola tanam kepada petani sesuai kondisi iklim.

BANGSAONLINE.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino. Optimisme ini ditopang oleh produksi pangan yang stabil serta Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang memadai.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan pemerintah telah mengantisipasi potensi kekeringan sejak dini melalui penguatan produksi, stok pangan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Kami sudah mengantisipasi daerah defisit melalui produksi dan stok pangan. Pemerintah memiliki CPP dan CPPD yang dikelola pusat serta pemerintah daerah,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Ia menambahkan, pemerintah terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau cuaca, sementara petani mendapat sosialisasi pola tanam sesuai kondisi iklim. Hingga Juni 2026, produksi beras diproyeksikan mencapai 19,2 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional semester pertama sebesar 15,4 juta ton.

Surplus sekitar 3,7 juta ton sebagian besar telah diserap Bulog, dengan penyerapan mencapai 3,2 juta ton setara beras.

Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah juga terus dilakukan, dengan realisasi mencapai 1,07 juta ton hingga 26 Juni 2026. Stok beras pemerintah yang dikelola Bulog kini mencapai 5,17 juta ton, jumlah tertinggi dalam sejarah pengelolaan cadangan beras nasional.

Sementara itu, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan persiapan dilakukan jauh sebelum musim kemarau.

“Kami sudah menyiapkan stok jauh sebelum El Nino datang. Insyaallah stok beras aman sampai Desember, bahkan diperkirakan cukup hingga Mei tahun depan,” katanya.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan, stok beras nasional akhir 2026 diperkirakan mencapai 16,24 juta ton. Persediaan tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional hingga lima bulan pertama tahun 2027. (rom)