Ringkasan Berita
- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan bantuan sosial kepada 1.177 petani yang mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan di Kecamatan Cerme. Penyaluran ini didasarkan pada penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan.
- Penerima bantuan diverifikasi Dinas Pertanian, dengan rincian terbanyak di Kecamatan Cerme (1.013 petani), disusul Duduksampeyan (135 petani), dan Benjeng (29 petani). Bantuan bertujuan meringankan beban petani dan diharapkan mendukung kemandirian panen di masa depan.
- Selain bantuan darurat, pemerintah menginstruksikan BPBD dan Dinas Pertanian untuk memperkuat mitigasi jangka panjang. Langkah-langkahnya mencakup normalisasi embung, pembangunan irigasi adaptif, penggunaan benih tahan kekeringan, serta penguatan asuransi usaha tani.
- Fenomena El Nino yang menyebabkan penurunan curah hujan signifikan dan musim kemarau panjang menjadi latar belakang bencana ini. Data Pemkab mencatat 56 desa di 11 kecamatan masuk wilayah potensi kekeringan sepanjang tahun 2026.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 1.177 petani yang mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan.
Penyaluran dilakukan di Pendopo Kecamatan Cerme pada Rabu (8/7/2026), berdasarkan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan. Kepala daerah yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan, pemerintah daerah hadir untuk mendampingi petani menghadapi dampak kekeringan.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban petani yang mengalami gagal panen. Harapan kami, Gresik ke depan semakin terbebas dari banjir dan kekeringan sehingga para petani dapat kembali panen dengan lancar, hasilnya meningkat, dan semakin sejahtera,” ujarnya.
Bantuan sosial disalurkan berdasarkan verifikasi Dinas Pertanian, dengan rincian 1.013 petani di Kecamatan Cerme, 135 petani di Kecamatan Duduksampeyan, dan 29 petani di Kecamatan Benjeng. Khusus di Cerme, penerima berasal dari 7 desa, termasuk Morowudi, Sukoanyar, dan Guranganyar.
Selain bansos, Gus Yani menginstruksikan BPBD dan Dinas Pertanian memperkuat mitigasi jangka panjang melalui normalisasi embung, pembangunan jaringan irigasi adaptif, penggunaan varietas benih tahan kekeringan, serta penguatan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada bantuan sosial. Kita harus membangun sistem yang lebih tangguh agar petani tetap mampu berproduksi meski menghadapi anomali cuaca,” katanya.
Salah satu penerima bantuan, Wati, petani asal Desa Guranganyar, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari kami. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah peduli dengan kondisi kami para petani,” ucapnya.
Menurut BMKG, fenomena el nino menyebabkan penurunan curah hujan signifikan sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang. Data Pemkab Gresik mencatat 56 desa di 11 kecamatan masuk wilayah potensi kekeringan sepanjang 2026. (hud/mar)










