Ringkasan Berita
- Polisi mengidentifikasi pria bermasker bernama Erlan dalam rekaman CCTV sebagai tersangka kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, yang ditemukan tewas di mobil dinas di Bandara Juanda.
- Kuasa hukum korban menyatakan Erlan diduga sebagai bos sindikat penipuan yang merugikan korban melalui skema investasi, jual-beli, dan love scamming, serta menduga korban menjadi korban love scamming sebelum dibunuh.
- Pelaku dideskripsikan sebagai sosok yang licin dan sulit dilacak oleh polisi, sementara keluarga korban memilih bersikap tertutup dan mendesak agar pelaku segera ditangkap.
- Investigasi polisi masih berfokus pada penyisiran lokasi-lokasi yang pernah disinggahi korban dan pemeriksaan terhadap dua orang lain yang terekam bersama Erlan dalam CCTV.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Misteri kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, yang ditemukan tewas di dalam mobil dinasnya di parkiran Bandara Juanda mulai menemukan titik terang setelah polisi mengidentifikasi sosok pria bermasker dalam rekaman CCTV yang diduga terkait dengan kasus tersebut.
Terbaru, kepolisian menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria bermasker bersama dua rekannya yang diduga menjadi dalang di balik tewasnya Ruly.
Berdasarkan penelusuran sementara, salah satu pria yang terekam dalam CCTV tersebut diketahui bernama Erlan (54), warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya mengatakan, Erlan diketahui telah berkeluarga dan tinggal di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Sementara itu, lanjut Risang, berdasarkan data Kartu Keluarga (KK), Erlan beralamat di Komplek Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) III, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
“Informasinya, Erlan itu merupakan bos dari sindikat penipuan yang sudah merugikan banyak pihak mulai dari investasi, jual beli, hingga love scamming,” ucapnya kepada awak media, Kamis (9/7/2026).
Risang menduga Ruly menjadi korban love scamming sebelum akhirnya dibunuh.
“Kami sudah mengantongi alamat rumah Erlan, tapi belum bisa membeberkan semuanya,” tuturnya.
Ia meminta pihak kepolisian memeriksa seluruh orang yang terekam dalam rekaman CCTV.
“Semuanya harus diperiksa, keterlibatan dua orang di mobil itu harus segera ditangkap dan diselidiki,” pintanya.
Hingga saat ini, keluarga korban masih memilih tertutup dan belum bersedia memberikan banyak keterangan sebelum pelaku ditangkap.
“Pokoknya keluarga ingin pelaku segera ditangkap, apalagi ini sudah dua pekan,” bebernya.
Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur mengatakan petugas masih menyisir seluruh lokasi yang diduga sempat disinggahi korban, mulai dari kerabat, saudara, hingga teman-temannya.
“Terduga pelaku sedang kami sisir, tapi yang bersangkutan memang agak licin,” cetusnya. (van)










