Guru Besar Unair Ingatkan Prabowo untuk Ganti Jampidsus, Karier Politik Jadi Taruhannya

Ringkasan Berita
  • Guru Besar Unair Henri Subiakto mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Jaksa Agung dengan sosok berani dan berintegritas demi memperkuat pemberantasan korupsi.
  • Dia menilai praktik korupsi telah merusak sistem penegakan hukum, di mana pelaku skala besar sering tak tersentuh hukum sementara masyarakat tak bersalah menjadi korban.
  • Henri mengusulkan figur seperti Mahfud MD, yang dinilai memiliki reputasi, integritas, dan keberanian, sebagai calon potensial Jaksa Agung baru.
  • Kesalahan dalam memilih Jaksa Agung dinilai dapat menghambat pemberantasan korupsi dan berdampak pada masa depan negara serta karier politik Prabowo.

Sementara masyarakat yang tidak bersalah justru kerap menjadi korban penegakan hukum yang dinilainya tidak tepat.

Kondisi tersebut, kata dia, memunculkan persepsi publik mengenai lemahnya keadilan dan pemberantasan korupsi.

Ia juga menilai mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sebagai figur yang dinilai memiliki reputasi, integritas, dan keberanian untuk memimpin upaya pemberantasan korupsi.

"Saya mengusulkan pada pak Prabowo agar segera angkat Jaksa Agung baru yang berani dan bersih. Kalau perlu pilih orang yang memiliki kualitas seperti Prof Mahfud MD. Pilih tokoh hukum yang telah terbukti berani, dan punya reputasi, berkredibilitas sebagai sosok bersih, tegas, jujur, dan berani," ucapnya.

Henri mengingatkan, kesalahan dalam memilih Jaksa Agung berpotensi menghambat pemberantasan korupsi.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap masa depan negara maupun karier politik Presiden Prabowo Subianto.