Tanggapi Keluhan Asap di Socorejo, PT KIT Sebut Hasil Uji Emisi Masih di Bawah Ambang Batas

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Menanggapi keresahan warga Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, terkait kepulan asap di kawasan industri, manajemen PT Kawasan Industri Gresik (KIG) selaku pengelola Kawasan Industri Tuban (KIT) memberikan klarifikasi resmi. Pengelola memastikan kepulan asap tersebut tidak berbahaya dan masih berada jauh di bawah ambang batas baku mutu lingkungan.

Humas PT KIG, Suwoko, mengonfirmasi bahwa kepulan asap agak kehitaman yang sempat dikeluhkan warga memang bersumber dari salah satu tenant yang beroperasi di dalam kawasan. Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak panik karena pengujian kualitas udara secara berkala terus dilakukan.

"Uji ambient air quality rutin kami jalankan setiap enam bulan sekali melalui lembaga penguji independen, PT Envilab Indonesia, sesuai regulasi PPRI Nomor 22 Tahun 2021," ujar Suwoko dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).

Suwoko mengungkapkan, pengujian terbaru untuk semester I telah dilaksanakan pada 21 Juni hingga 1 Juli 2026 di lima titik pemantauan, termasuk area Desa Socorejo, Temaji, dan Karangasem.

"Hasil analisis laboratorium menunjukkan seluruh parameter masih berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan," tegasnya.

Sebagai pengelola kawasan, KIG memiliki kewajiban merancang serta mengawasi sistem manajemen lingkungan (SML). Untuk menekan potensi pencemaran, pihak kawasan telah menyediakan infrastruktur terpadu seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3, sistem drainase modern, hingga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).

Tak hanya itu, KIG juga mewajibkan seluruh tenan mematuhi aturan lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), termasuk dorongan kepemilikan sertifikasi ISO 14001 dan PROPER demi meningkatkan daya saing ekspor.

"Pengawasan terhadap tenant tetap kami lakukan secara ketat melalui audit berkala, inspeksi mendadak (sidak), hingga kewajiban pelaporan neraca limbah. Pengukuran dampak lingkungan pada cerobong pabrik, seperti di fasilitas milik Wastec, juga dicek secara periodik," jelas pria yang akrab disapa Woko tersebut.

Guna menjaga kelestarian lingkungan dalam jangka panjang, KIG terus berupaya mewujudkan konsep green industry. Komitmen ini ditunjukkan melalui penanaman pohon di area buffer zone serta target pemenuhan RTH minimal 10 persen dari total luas kawasan.

"Langkah ini kami ambil demi menjaga kualitas lingkungan bagi masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor asing yang berorientasi pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Socorejo mengeluhkan kepulan asap hitam yang membumbung dari area KIT. Warga sempat khawatir asap yang terhirup tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan pemukiman sekitar.