Kota Kediri Jadi Rujukan FKUB Banjarmasin dalam Merawat Kerukunan Umat

KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati didampingi Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menerima kunjungan Pengembangan Wawasan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarmasin di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Senin (3/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Rombongan dari Kota Banjarmasin dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat FKUB Kota Banjarmasin. Rombongan terdiri atas pengurus FKUB, Sekretariat FKUB Kota Banjarmasin, perwakilan kecamatan dan kelurahan, serta sejumlah pengurus FKUB.

"Suatu kehormatan bagi kami bisa bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Bapak Ibu sekalian yang datang jauh-jauh dari Kota Banjarmasin. Semoga apa yang didiskusikan hari ini dapat bermanfaat bagi Bapak Ibu serta dapat diaplikasikan di daerah masing-masing sesuai dengan karakteristiknya," ujar Vinanda.

Vinanda memaparkan gambaran umum mengenai Kota Kediri. Kota tersebut memiliki luas wilayah 67,2 kilometer persegi dan seluruh wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Kediri.

Secara administratif, Kota Kediri terbagi menjadi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Kecamatan Mojoroto, dan Kecamatan Pesantren. Pada 2025, jumlah penduduk Kota Kediri mencapai 301.815 jiwa dengan kepadatan 4.483 jiwa per kilometer persegi.

Mengenai FKUB, Vinanda menjelaskan bahwa sebelum forum tersebut terbentuk, Kota Kediri telah memiliki Paguyuban Antarumat Beragama dan Penghayat Kepercayaan (PAUB-PK) yang berdiri pada 8 Juli 1998. Organisasi tersebut merangkul sembilan unsur keyakinan.

Tidak lama setelah peristiwa Mei 1998, PAUB-PK menggelar doa bersama sebagai wujud nyata menjaga kerukunan melalui doa dan pertemuan rutin lintas agama.

Selanjutnya, PAUB-PK secara resmi dilembagakan menjadi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada 2000 dengan beranggotakan enam unsur majelis agama resmi serta penganut kepercayaan.

Terkait regulasi, Pemerintah Kota Kediri telah menetapkan Peraturan Wali Kota Kediri Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kerukunan Umat Beragama.

Pemerintah daerah juga memperkuat kelembagaan melalui Keputusan Wali Kota Kediri tentang Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kediri.

"Ke depan kami akan memperbaiki aturan-aturan yang memperkuat terkait kerukunan umat beragama. Meskipun aturan kita sedikit namun di Kota Kediri minor terjadi diskriminasi. Di sini cenderung tidak ada konflik," paparnya.

Indeks Kerukunan Antarumat Beragama di Kota Kediri terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2021, indeks tersebut berada di angka 3,970 dan meningkat menjadi 4,560 pada 2025.

Capaian tersebut menunjukkan tingkat toleransi dan hubungan antarumat beragama di Kota Kediri berjalan baik. Kota Kediri juga konsisten masuk dalam jajaran 10 besar kota toleran di Indonesia selama lima kali berturut-turut.

Capaian tersebut diraih melalui sejumlah upaya, antara lain membangun komunikasi terbuka, menghadirkan kepemimpinan yang responsif, memperkuat kolaborasi lintas organisasi, serta menyelesaikan konflik secara kekeluargaan.

"Sejak dini di Kota Kediri sudah diajarkan toleransi. Hal ini dibuktikan dengan adanya sekolah moderasi beragama di SMPN 1 dan SMPN 4. Di sekolah tersebut memiliki berbagai macam tempat ibadah dan dimanfaatkan dengan baik," jelasnya.

Pada bagian akhir, Vinanda menegaskan bahwa pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan FKUB memiliki komunikasi serta kolaborasi yang kuat. Sinergi tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya berbagai hal yang berpotensi merusak kerukunan dan toleransi di Kota Kediri.

"Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan jajaran samping. Kami memastikan bahwa pelayanan di Kota Kediri tidak diskriminatif dan harus bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Kediri. Saya harap forum ini dapat bermanfaat karena setiap daerah punya karakteristik dalam menjaga kerukunan," tegasnya.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda menjelaskan, kunjungannya ke Kota Kediri bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperluas wawasan, serta memperkuat pemahaman mengenai kerukunan umat beragama.

Tahun ini, Kota Banjarmasin memasuki usia ke-500 dan berencana membangun Kampung Toleransi sebagai hadiah dalam peringatan tersebut. Meski memiliki wilayah yang relatif kecil, Kota Banjarmasin memiliki keberagaman yang tinggi.

"Kami percaya persatuan dan kesatuan menjadi modal utama pembangunan. Makanya kami ke sini untuk belajar kepada Kota Kediri. Suatu kehormatan juga bagi kami langsung diterima oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota," tandasnya. (uji/van)