Dua Kali Operasi Katarak, Arba’i Kembali Melihat Jelas Berkat JKN

TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.com - Pandangan Arba’i (77) yang sempat semakin kabur akibat katarak kini kembali jelas setelah menjalani dua kali operasi yang seluruh biayanya dijamin Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Gangguan penglihatan mulai dirasakan Arba’i sejak 2022. Penglihatan yang awalnya jelas perlahan menjadi kabur hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi itu mendorong warga lanjut usia tersebut memeriksakan matanya dan mengetahui bahwa katarak telah menyerang kedua matanya.

Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III, Arba’i kemudian memanfaatkan kepesertaannya untuk mendapatkan pengobatan.

Ia terdaftar sebagai peserta sejak 2023 dan mengaku rutin membayar iuran setiap bulan.

"Awalnya mata saya tidak ada gangguan, tapi pada tahun 2022 mulai tidak nyaman untuk melihat dan lama-lama pandangan semakin kabur. Kami memutuskan daftar JKN di tahun 2023, awalnya karena waktu itu istri saya sakit bahkan harus rawat inap dan butuh biaya banyak untuk berobat. Sejak saat itu iurannya kami bayar rutin tiap bulan lewat kantor pos, alhamdulillah tidak pernah terlambat," tutur Arba’i.

Proses pengobatan Arba’i diawali dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat ia terdaftar. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter memberikan rujukan ke klinik mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan di klinik mata memastikan Arba’i mengalami katarak dan membutuhkan operasi.

Karena katarak terjadi pada kedua mata, tindakan operasi dilakukan secara bertahap.

"Pelayanannya memuaskan sekali, perawatnya ramah-ramah, dokternya juga baik. Dari kunjungan pertama langsung diketahui mata saya mengalami katarak dan harus segera operasi. Tanpa harus menunggu lama untuk jadwal operasinya, saya seminggu kemudian langsung menjalani operasi katarak pada mata kiri. Petugasnya sejak awal menjelaskan bahwa semua biaya ditanggung BPJS Kesehatan, tidak ada biaya tambahan sama sekali," jelasnya.

Setelah operasi mata pertama berhasil dilakukan, Arba’i kembali menjalani operasi pada mata satunya.

Kedua tindakan tersebut sepenuhnya dijamin melalui Program JKN sehingga ia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan pelayanan medis.

Hasil pengobatan membuat kualitas penglihatan Arba’i kembali membaik. Pandangan yang sebelumnya semakin gelap dan kabur kini berangsur jelas sehingga ia dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

"Alhamdulillah sudah jelas, sudah bisa melihat lagi. Operasinya dua kali, mata kanan dan kiri, semua pakai BPJS dan tidak keluar biaya sama sekali. Kalau harus bayar sendiri, biayanya pasti sangat besar dan memberatkan bagi keluarga kami yang termasuk kurang mampu," ungkap Arba’i.

Manfaat JKN juga telah dirasakan keluarga Arba’i sebelum ia menjalani operasi katarak.

Sang istri sebelumnya mendapatkan perawatan menggunakan JKN saat sakit hingga harus menjalani rawat inap.

Pengalaman tersebut membuat keluarga Arba’i semakin memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan dan menjaga status kepesertaan tetap aktif.

"Waktu istri saya sakit dulu juga pakai BPJS dan alhamdulillah tidak ada kendala, tidak ada biaya tambahan juga. Dari situ kami sangat merasakan manfaat nyata menjadi peserta JKN. Saya tidak pernah terlambat membayar iuran, agar saat butuh pelayanan kesehatan tidak mengalami kendala," tuturnya.

Pengalaman tersebut semakin menyadarkan Arba’i bahwa kepesertaan JKN penting untuk dijaga, bukan hanya saat sedang sakit. Menurutnya, kondisi kesehatan tidak dapat diprediksi, sedangkan biaya pengobatan dapat menjadi beban berat bagi keluarga apabila harus ditanggung sendiri.

Setelah menjalani dua kali operasi katarak dan kembali mendapatkan penglihatannya, Arba’i berharap Program JKN terus dipertahankan dan dikembangkan. Ia menilai keberadaan JKN sangat membantu masyarakat, terutama keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang tetap membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Program JKN harus tetap ada, terutama buat masyarakat yang kurang mampu agar tetap bisa berobat dan mendapatkan penanganan yang layak. Harapan kami ke depannya program ini bisa terus berkembang dan pelayanannya semakin baik lagi dari semua sisi," pungkas Arba’i. (fer/van)