KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menyampaikan apresiasinya kepada insan media yang telah menjalin kerja sama untuk menyampaikan informasi seputar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepala seluruh masyarakat.
Menurut Tutus, berkat kolaborasi yang dijalin selama ini, kini masyarakat jadi lebih mudah dalam mengakses dan mengetahui berbagai program JKN.
Tutus menuturkan, hal ini karena media memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara BPJS Kesehatan dan masyarakat, sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, berimbang, dan mudah dipahami.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan media yang selama ini telah menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan,” kata Tutus dalam kegiatan Media Gathering di salah satu resto yang berlokasi di Katang, Kediri, Kamis (6/8/2026).
“Program JKN tidak dapat berjalan sendiri. Keberhasilannya merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, fasilitas kesehatan (faskes), pemerintah daerah, badan usaha, hingga media yang terus mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang positif dan konstruktif,” imbuhnya.
Tutus menegaskan, Media Gathering bukan sekadar menjadi forum penyampai informasi, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sinergi dan engagement antara BPJS Kesehatan dengan media.
Melalui komunikasi yang terbuka, diharapkan berbagai kebijakan maupun inovasi layanan JKN dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat sekaligus meminimalkan munculnya informasi yang kurang tepat.
Tutus merasa bangga, karena kolaborasi tersebut turut mendukung keberhasilan wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kediri dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Kediri telah mencapai 1.670.686 jiwa atau 98,59 persen, sedangkan di Kota Kediri mencapai 302.010 jiwa atau 99,75 persen dari total penduduk. Capaian tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat telah memiliki perlindungan kesehatan melalui Program JKN.
Sejalan dengan transformasi layanan, lanjut Tutus, BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan kemudahan bagi peserta. Salah satunya adalah Pantau Status Kepesertaan dan Informasi JKN (Pasti JKN). Melalui inovasi ini, peserta, khususnya PBI Jaminan Kesehatan maupun PBPU yang iurannya didaftarkan oleh Pemda dapat melakukan pengecekan status kepesertaan secara mandiri, sehingga memperoleh kepastian status sebelum mengakses pelayanan kesehatan. Proses yang sebelumnya harus dilakukan melalui berbagai kanal kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan praktis.
Selain itu, BPJS juga memperkenalkan Nabung Harian untuk JKN (Nadi JKN). Inovasi ini memberikan kemudahan bagi peserta untuk menyisihkan dana sedikit demi sedikit setiap hari sebagai persiapan pembayaran iuran JKN. Dengan mekanisme tersebut, peserta diharapkan dapat menjaga kepesertaan tetap aktif tanpa harus terbebani pembayaran sekaligus saat jatuh tempo.
“Bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, BPJS Kesehatan menghadirkan REHAB 3.0 (Rencana Pembayaran Bertahap) sebagai solusi pembayaran yang lebih fleksibel,” katanya.
Dijelaskan Tutus, melalui program ini, peserta dapat melunasi tunggakan secara bertahap sesuai kemampuan sehingga peluang untuk kembali mengaktifkan kepesertaan menjadi lebih besar. Pendaftaran program Rehab 3.0 kini juga semakin mudah karena dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa), maupun kanal layanan penagihan iuran BPJS Kesehatan.
Transformasi digital juga terus diperkuat melalui aplikasi Mobile JKN yang kini menjadi pusat berbagai layanan administrasi kepesertaan. Melalui satu aplikasi, peserta dapat mengakses kartu digital, mengubah data peserta, mengambil antrean online di faskes, melakukan skrining riwayat kesehatan, berkonsultasi dengan dokter melalui fitur telekonsultasi, hingga membayar iuran secara praktis tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Selain Mobile JKN, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Pandawa yang memberikan kemudahan dalam mengurus berbagai administrasi kepesertaan secara daring. Di beberapa wilayah, BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan Virtual Online Assistant (Viola) sebagai kanal layanan virtual yang semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan administrasi JKN.
Menurut Tutus, seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
“Transformasi yang kami lakukan bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat. Harapannya, masyarakat semakin mudah mengakses layanan JKN, kepesertaan tetap aktif, dan manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal,” paparnya.
Melalui Media Gathering ini, BPJS Kesehatan Cabang Kediri berharap kolaborasi bersama media dapat terus terjalin dengan baik. Dengan semangat gotong royong, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama membangun pemahaman masyarakat mengenai Program JKN, sehingga transformasi layanan yang terus dilakukan BPJS Kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta.
“Karena JKN adalah program milik kita bersama. Mari terus bergotong royong, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah, semakin dekat, dan semakin bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tutup Tutus.
Sementara itu, salah satu perwakilan media, Ayu Citra, mengapresiasi kegiatan Media Gathering yang diselenggarakan BPJS Kesehatan Cabang Kediri. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi insan media karena memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan kebijakan dan inovasi Program JKN.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Informasi yang kami peroleh dapat kami sampaikan kembali kepada masyarakat sehingga mereka memperoleh informasi yang benar sekaligus dapat mengantisipasi munculnya berita hoaks terkait Program JKN,” ujarnya. (uji/msn)










