Buaya Ukuran Nyaris 4 Meter Muncul di Sungai Sidoarjo, Pengemudi Perahu Diminta Waspada

SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Kemunculan buaya muara berukuran hampir empat meter kembali membuat pengemudi perahu di aliran sungai kawasan Sidoarjo waspada.

Reptil berwarna hitam keabu-abuan tersebut beberapa kali terlihat muncul ke permukaan hingga berjemur di bantaran Sungai Embong Malang dan Sungai Sidokare dalam dua pekan terakhir.

Salah satu kemunculan buaya bahkan berhasil direkam oleh pengemudi perahu. Dalam video yang beredar, buaya terlihat diam di bantaran sungai saat berjemur sebelum kembali masuk ke air setelah sebuah perahu melintas di dekatnya.

Pengemudi perahu, Iwan, mengatakan kemunculan buaya di aliran sungai menuju kawasan Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, sudah beberapa kali terjadi.

Berdasarkan pengamatannya, sedikitnya terdapat dua ekor buaya dengan ukuran berbeda yang berkeliaran di kawasan tersebut.

“Kalau yang di video kelihatannya orang dari arah Kedung Peluk yang merekam. Saya juga sempat melihat buaya ketika mengantarkan air menggunakan perahu menuju Kepetingan sekitar dua hari sebelumnya. Buayanya lebih kecil,” ujar Iwan, Kamis (13/8/2026)

Menurut Iwan, buaya tersebut terlihat berenang ketika dirinya mengantarkan air menggunakan perahu. Saat perjalanan kembali menuju dermaga Bluru Kidul, ia kembali melihat buaya lain yang berukuran jauh lebih besar.

“Itu sekitar dua hari yang lalu saya lihat ada buaya berenang saat antar air naik perahu ke Kepetingan,” katanya.

Buaya berukuran besar tersebut terlihat berenang di persimpangan Sungai Embong Malang dan Sungai Sidokare. Meski demikian, Iwan menyebut sejauh ini belum pernah melihat buaya masuk ke permukiman warga.

“Kalau masuk permukiman warga belum pernah karena kebanyakan takut orang. Jadi kalau ada perahu mereka langsung nyemplung,” ungkapnya.

Pengemudi perahu lainnya, Hidayat, membenarkan bahwa kemunculan buaya di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi.

Menurutnya, keberadaan buaya memang cukup sering terlihat, terutama pada pertengahan tahun.

“Sini memang banyak, cuma kalau yang berjemur di bantaran sungai jarang saya lihat,” tutur Hidayat.

Kemunculan buaya tersebut mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Sidoarjo. Humas BPBD Damkar Sidoarjo Yoli Wisnu mengimbau masyarakat dan pengemudi perahu tidak mendekati atau mengganggu buaya ketika reptil tersebut kembali muncul.

“Kami mengimbau warga untuk tidak mendekati dan jangan sampai mengganggu buaya jika muncul. Warga juga harus berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Yoli.

Yoli menambahkan, masyarakat yang melihat kemunculan buaya dan menilai keberadaannya berpotensi mengganggu atau membahayakan dapat segera melapor melalui layanan Pusdatin 112.

“Jika buaya muncul dan mengganggu, segera laporkan ke Pusdatin 112 agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selain mengimbau masyarakat, pihak desa juga disarankan memasang papan peringatan di sejumlah titik yang menjadi lokasi kemunculan buaya. Papan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan warga dan pengemudi perahu yang melintas.

Keberadaan papan peringatan diharapkan dapat mencegah masyarakat mendekati habitat buaya. Langkah tersebut sekaligus bertujuan mengurangi risiko terjadinya serangan, terutama di titik-titik sungai yang selama ini menjadi jalur kemunculan reptil tersebut.

Masyarakat dan pengemudi perahu pun diminta tetap waspada, khususnya ketika melintas di kawasan Sungai Embong Malang, Sungai Sidokare, hingga jalur menuju Kepetingan. (cat/van)