KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - BPC HIPMI Kota Malang dan BPC HIPMI Jakarta Selatan membuka peluang kolaborasi untuk memperluas akses pengusaha daerah ke jaringan bisnis nasional.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, dengan Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Selatan, Dzaki Adinda.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarpengusaha daerah, terutama dalam membuka akses terhadap jaringan bisnis, pasar, investasi, dan peluang kerja sama di tingkat nasional.
Hendi Suryo Leksono menilai pengusaha daerah memiliki potensi besar yang perlu dihubungkan dengan ekosistem bisnis yang lebih luas.
“Pengusaha daerah jangan hanya menjadi pasar. Kita harus mampu menjadi pemain. Potensi usaha di daerah sangat besar, tetapi untuk naik kelas diperlukan akses, jaringan, dan keberanian untuk masuk ke ekosistem bisnis nasional,” ujar Hendi Suryo Leksono, Jumat (21/8/2026).
Sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi memandang konektivitas antara pengusaha daerah dan Jakarta sebagai salah satu upaya memperbesar peluang pengembangan usaha.
Menurut Hendi, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat jaringan bisnis, investasi, dan pasar nasional. Karena itu, pengusaha daerah perlu memiliki akses ke Jakarta tanpa harus meninggalkan basis usaha mereka di daerah.
Salah satu peluang yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah kerja sama dengan Mantra Group, perusahaan holding milik Dzaki Adinda.
Kerja sama tersebut dinilai dapat membuka kesempatan bagi pengusaha daerah untuk membangun kehadiran bisnis di Jakarta, termasuk mendirikan perusahaan sebagai bagian dari strategi memperluas usaha.
“Melalui kolaborasi dengan Mantra Group, peluang untuk membuka perusahaan di Jakarta dapat terlaksana. Pengusaha daerah tidak harus meninggalkan daerahnya. Kekuatan daerah tetap menjadi fondasi, sementara Jakarta bisa menjadi salah satu pintu untuk memperluas jaringan dan pasar,” terangnya.
Dia mengatakan konektivitas antara pengusaha daerah dan Jakarta perlu diarahkan pada kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak.
“Kita ingin hubungan antara pengusaha daerah dan Jakarta tidak berhenti pada networking. Harapannya, konektivitas ini dapat membuka akses pasar, mempertemukan pengusaha dengan mitra strategis, dan menghasilkan kolaborasi bisnis yang konkret,” ujar Dzaki.
Menurut Dzaki, potensi ekonomi Indonesia tersebar di berbagai daerah dengan karakter, sumber daya, dan keunggulan bisnis yang berbeda.
Karena itu, dibutuhkan jaringan yang mampu mempertemukan potensi daerah dengan pasar serta ekosistem bisnis nasional agar peluang pengembangan usaha dapat semakin terbuka.
“Setiap daerah memiliki kekuatan masing-masing. Jakarta memiliki ekosistem dan akses yang berbeda. Kalau potensi daerah dan jaringan nasional bisa dipertemukan, akan muncul peluang yang lebih besar untuk dikembangkan bersama,” kata Dzaki.
Kolaborasi BPC HIPMI Kota Malang dan BPC HIPMI Jakarta Selatan diharapkan dapat menjadi jembatan bagi pengusaha daerah untuk memperluas jaringan sekaligus mengambil peran lebih besar dalam ekosistem bisnis nasional.
Bagi Hendi, konektivitas tersebut penting untuk membentuk pengusaha daerah yang memiliki orientasi nasional tanpa kehilangan akar bisnisnya di daerah.
“Pengusaha boleh tumbuh dari daerah, tetapi cara berpikirnya harus Nusantara. Kita ingin pengusaha Malang mampu membawa potensi daerah ke pasar nasional dan mengambil bagian dalam rantai ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (dad/van)










