Terjatuh dan Patah Tulang, Lansia di Tulungagung Tenang Jalani Operasi Berkat JKN

TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.com - Mugijah (74), warga Tulungagung, harus menjalani operasi setelah mengalami patah tulang akibat terjatuh saat beraktivitas di rumah.

Pada usia lanjut, kondisi fisik sering kali tidak lagi sekuat sebelumnya sehingga lansia perlu lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, musibah dapat terjadi kapan saja seperti yang dialami Mugijah.

“Karena tinggal dirumah sendirian, saya setiap hari melakukan aktivitas ringan yang bisa saya kerjakan, karena kondisi fisik sudah tidak begitu kuat. Pagi itu saya memberi makan hewan peliharaan, tiba-tiba saya terpeleset dan jatuh. Anak saya datang dan segera membawa saya periksa ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), “ ceritanya.

Kejadian tersebut membuat Mugijah harus segera menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.

Setelah diperiksa dokter FKTP, ia dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis bedah guna memastikan kondisi tulangnya.

“Saat dokter memberi rujukan ke rumah sakit saya pasrah saja, karena saya berharap dapat sembuh. Saya merasa tenang saat dirujuk, karena sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak lama dari suami saya yang penerima pensiun. Saya tidak khawatir mengenai biaya karena sudah punya JKN, “ jelas Mugijah, Kamis (20/8/2026) di Tulungagung.

Setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis di poli bedah, Mugijah kemudian menjalani pemeriksaan rontgen.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya patah tulang sehingga dokter menyarankan tindakan operasi dan langsung menjadwalkannya untuk dilakukan keesokan harinya.

“Awalnya saya kaget karena harus operasi, apalagi kondisi saya sudah tua. Rasa takut menjalani operasi sempat muncul dan membuat ragu. Tapi dokter menenangkan saya, jika tindakan operasi ini aman untuk saya. Karena hasil laboratorium saya juga aman, dokter langsung menjadwalkan untuk operasi, tanpa harus menunggu waktu lama, “ ujarnya.

Menurut Mugijah, selama menjalani pengobatan, ia tidak mengalami kendala berarti. Ia bahkan merasa mendapatkan pelayanan yang sama seperti pasien yang membayar biaya pengobatan secara mandiri.

Baginya, pelayanan bagi peserta JKN tidak membedakan pasien dan diberikan berdasarkan kebutuhan medis yang diperlukan.

“Selama pengobatan pakai JKN tidak ada kendala. Proses layanan mudah dan cepat, diberikan tindakan yang sifatnya segera dilakukan dan dibutuhkan. Saya sangat terbantu, apalagi saat operasi, kalau biaya sendiri pastinya sangat mahal dan berat bagi saya. Kalau punya JKN begini hanya perlu fokus pengobatan dan pemulihan saja, “ ungkapnya.

Pengalaman menjalani pengobatan dengan menggunakan JKN membuat Mugijah semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan pelayanan kesehatan. Menurutnya, jaminan kesehatan sangat membantu ketika seseorang tiba-tiba mengalami sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar.

“Dengan menjadi peserta JKN, sudah merasa tenang karena mempunyai perlindungan kesehatan, terutama ketika tiba-tiba mengalami musibah sakit seperti saya. Bayangkan saja, jika tidak ada JKN kemudian operasi, pasti akan menyulitkan bagi orang seperti saya yang sudah lansia dan tidak bekerja, “ tuturnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Mugijah mengajak masyarakat menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan dengan menjadi peserta JKN yang aktif.

Menurutnya, Program JKN harus terus ada untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Jangan menunggu sakit baru menyadari pentingnya punya JKN. Lebih baik saat sehat juga sudah terdaftar JKN, agar jika mengalami sakit sudah tenang terutama tidak akan terbebani biaya kesehatan yang mahal, “ pungkasnya. (fer/van)