Kolaborasi Hipmi Jaktim-Malang Buka Dua Jalur Bisnis Baru

Ringkasan Berita
  • Kolaborasi antara BPC Hipmi Jakarta Timur dan BPC Hipmi Kota Malang membuka dua jalur bisnis: akses ke jaringan internasional melalui Chinese Young Entrepreneurs Delegation dan akses pasar Jakarta melalui kurasi dan digitalisasi.
  • Jalur internasional menawarkan peluang kerja sama seperti industrial docking, co-investment, ekspor-impor, dan resource sharing dengan pengusaha muda China.
  • Jalur ke pasar Jakarta melibatkan kurasi oleh Qasir, digitalisasi bisnis dengan teknologi POS, serta market exposure melalui pop-up market di Jakarta Timur seperti Travoy Hub.
  • Kolaborasi ini bertujuan menghubungkan jaringan dan akses Hipmi Jakarta Timur dengan potensi beragam pengusaha Malang yang belum memiliki akses langsung ke jaringan bisnis internasional.
  • Inisiatif ini diharapkan menghasilkan peluang konkret bagi pengusaha, seperti peningkatan kesiapan bisnis, perluasan pasar, dan kemitraan strategis.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - BPC Hipmi Jakarta Timur dan BPC Hipmi Kota Malang membangun kolaborasi dengan membuka dua jalur baru bagi pengusaha.

Satu jalur mengarah ke peluang bisnis internasional melalui jaringan Chinese Young Entrepreneurs Delegation, sementara jalur lainnya membidik akses pasar Jakarta melalui kurasi, digitalisasi, dan market exposure.

Ketua Umum BPC Hipmi Jakarta Timur, Dhimas Pringgorodianto, mengatakan komunikasi dengan jaringan pengusaha muda China membuka sejumlah kemungkinan kerja sama, mulai dari industrial docking, project co-investment, perdagangan ekspor-impor, brand joint operation, hingga resource sharing.

“Bisa saja ada pengusaha di Malang yang memiliki produk atau model bisnis yang cocok dengan counterpart dari China. Kami ingin membuka ruangnya terlebih dahulu, kemudian melihat bentuk kolaborasi yang paling tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPC Hipmi Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menilai kesempatan tersebut penting karena tidak semua pengusaha memiliki akses langsung terhadap jejaring internasional. 

“Pengusaha Malang memiliki banyak potensi, tetapi tidak semuanya memiliki akses terhadap jaringan bisnis internasional. Ketika ada opportunity yang dibawa Hipmi Jakarta Timur, kami ingin melihat siapa yang memiliki kesiapan dan kecocokan untuk memanfaatkannya,” katanya, Rabu (26/8/2026).

Selain peluang internasional, Hipmi Jaktim dan Hipmi Malang juga menyiapkan jalur untuk membawa pengusaha Malang lebih dekat dengan pasar Jakarta.

Program tersebut menggandeng Rachmat Anggara dari Qasir untuk melakukan kurasi sekaligus memperkuat kesiapan bisnis melalui digitalisasi. Pengusaha terpilih akan didorong membenahi sistem usaha dengan teknologi Point of Sale (POS).

“Digitalisasi dan POS membantu pelaku usaha memiliki data transaksi dan memahami kondisi bisnisnya dengan lebih baik. Dari sana, mereka bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki sebelum masuk ke pasar yang lebih luas,” ucap Rachmat.

Proses kurasi tidak berhenti pada pelatihan, pengusaha yang menunjukkan kesiapan terbaik akan berpeluang mendapatkan market exposure melalui pop-up market di Jakarta Timur, salah satunya di Travoy Hub. Pringgo menegaskan kerja sama kedua BPC diharapkan menghasilkan manfaat nyata.

“Hipmi Jakarta Timur memiliki jejaring dan akses tertentu, sementara Hipmi Kota Malang memiliki pengusaha dengan potensi beragam. Kalau keduanya dipertemukan, bisa muncul opportunity yang konkret bagi pengusaha,” paparnya. (dad/mar)