Gus Yahya Mantap Maju Lagi di Bursa Kepemimpinan Muktamar NU: Niatku Ora Keliru

Ringkasan Berita
  • KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan kesiapan dan niatnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-35 NU, dengan menyebut niatnya tidak salah.
  • Gus Yahya membantah rumor bahwa Presiden Prabowo menolaknya, menyatakan hubungan mereka kooperatif dan intervensi politik berisiko tinggi bagi Presiden.
  • Menanggapi isu politik uang dan oknum pejabat yang mencatut nama Presiden, Gus Yahya optimistis kader NU tidak akan tergoda dan menuntut sanksi tegas bagi oknum tersebut.
  • Dia memastikan perselisihan internal dengan Syuriyah dan Rais Aam telah selesai, dengan Muktamar Ke-35 sebagai bukti rekonsiliasi dan kondisi internal yang kondusif.
  • Gus Yahya mengimbau peserta muktamar untuk meluruskan niat, menjaga kedisiplinan, dan merawat martabat NU selama forum berlangsung.

JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan kesiapannya kembali maju dalam bursa kepemimpinan pada Muktamar Ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026.

Usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Muktamar, Kamis (27/8/2026), pria yang karib Gus Yahya itu menyatakan keyakinannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai bentuk pengabdian kepada jam’iyah. Ia pun merespons singkat alasan kembali maju dalam kontestasi tersebut.

"Allahu Robbuna. Niatku ora kliru" (Allah Tuhan kami, niat saya tidak salah)," ucapnya, Jum'at 28/08/26.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya membantah rumor yang menyebut Presiden Prabowo menolak dirinya kembali memimpin PBNU.