Ini Pesan Gubernur Khofifah saat Dampingi Prabowo Tutup Muktamar NU ke-35 di Jombang

Ringkasan Berita
  • Presiden RI Prabowo Subianto hadir dalam penutupan Muktamar NU ke-35 di Jombang dan menerima kartu anggota seumur hidup (KARTANU) dari Rais Aam terpilih, yang disebutnya sebagai kehormatan besar dan wujud koalitas.
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan selamat dan harapan kepada kepemimpinan baru PBNU, KH Miftachul Akhyar (Rais Aam) dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Ketua Umum), agar NU semakin bermanfaat bagi umat dan bangsa.
  • Rais Aam KH Miftachul Akhyar menyerukan agar warga NU menjadi kader pemakmur bumi dan fokus pada program kesejahteraan ekonomi umat di abad kedua organisasi, termasuk penghijauan lahan.
  • Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), berkomitmen mengembalikan Qanun Asasi karya KH Hasyim Asy'ari sebagai pedoman utama, dengan otoritas tertinggi di tangan syuriyah (kiai).
  • Presiden Prabowo dan pimpinan NU menekankan pentingnya gotong royong dan kerja keras untuk mengelola kekayaan alam guna mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kemakmuran Indonesia.

"Ini sangat luar biasa dan kehormatan besar bagi saya. Disini disebutan pemegang kartu ini sebagai Anggota Seumur Hidup," ucap Presiden Prabowo.

Keterlibatannya dalam NU ini, menurutnya, merupakan wujud koalisi dalam upaya memimpin Indonesia yang besar dan majemuk.

Dengan terpilihnya Rais Aam dan Ketua PBNU yang baru, Presiden Prabowo berharap ke depannya NU dapat menjadi salah satu pendukung utama pemerintah dalam mewujudkan transformasi bangsa Indonesia untuk mengangkat sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia keluar dari kemiskinan.

"Saya yakin dan percaya bahwa kita akan berhasil. Saya yakin kita akan mengangkat jutaan rakyat keluar dari kemiskinan," ungkapnya optimis.

"Terima kasih hari ini saya diterima sebagai anggota NU. Ini artinya NU bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong bekerja keras demi Indonesia yang maju dan berdaulat," pungkasnya.

Sementara itu, Rais Aam KH Miftahul Akhyar mengatakan bahwa memasuki perjalanan abad kedua NU, pihaknya mengajak seluruh warga untuk menjadi kader pemakmur bumi serta menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Rais Aam memandang bahwa sebagai warga masyarakat sekaligus warga Nahdliyin, masyarakat dapat membantu menghijaukan kembali sawah dan ladang serta menghijaukan kembali gunung-gunung yang gundul.

Menurutnya, tugas pemakmuran ini merupakan bentuk Sunatullah dengan harapan anak-anak bangsa dapat merasakan kemakmuran karena ada upaya mengerahkan dan menyejahterakan masyarakat Indonesia.

"Ke depan, program di Abad ke dua NU harus mampu mendorong terciptanya kesejahteraan ekonomi keumatan bisa terus terjadi perbaikan dan kesajahteraan," harapnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan bahwa Muktamar ke-35 terasa spesial karena Presiden RI Prabowo Subianto hadir pada pembukaan dan penutupan serta berada di tengah para muktamirin.

Banyak hal yang dirasakan berjalan lancar, mulai dari proses persidangan, pembahasan hingga penutupan. Banyak solusi yang dapat dicapai.

Hal ini menunjukkan semangat luar biasa, terutama para peserta Muktamar NU ke-35 dalam mengikuti program-program yang dibekali oleh para panitia.

"Kebersamaan menjadi sangat kental dalam Muktamar NU ke 35," ujarnya.

Sebagai Ketua Umum PBNU terpilih, Gus Kikin, sapaan akrabnya, berkomitmen untuk terus mendorong agar Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadikan Qanun Asasi karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari sebagai landasan dan pedoman utama organisasi.

Dalam Qanun Asasi, pemegang otoritas tertinggi secara struktural berada di tangan para kiai pemilik otoritas keilmuan dan spiritual (syuriyah), sedangkan jajaran tanfidziyah merupakan pelaksana administratif yang harus tunduk pada fatwa syuriyah.

Gus Kikin memandang NU harus menjadikan nilai-nilai Qanun Asasi sebagai pijakan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat perekonomian warga NU. (dev/van)