SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Sebanyak 62 santri putra dan putri Pondok Pesantren Amanatul Ummah segera berangkat ke Timur Tengah. Mereka akan melanjutkan studi di Mesir, Maroko, Tunisia dan Yordania.
Sebanyak 52 santri diterima di Al Azhar University Mesir, tujuh santri di Universitas Al Qawariyyin Maroko, empat santri di Universitas Zaitunah dan Yarmouk University Tunisia. Kemudian dua santri diterima di University of Jordan di Yordania.
“Sekarang cita-cita kalian telah berhasil,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat memberikan pengarahan kepada 62 santri tersebut di kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Surabaya, Kamis (10/9/2026) sore.
Kiai Asep tampak didampingi Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk, guru tugas dari Universitas Al Azhar Mesir untuk Amanatul Ummah.
Pesan pertama Kiai Asep kepada mereka jangan sampai berhenti berdoa.
“Banyak sekali hikmahnya doa,” ujar Kiai Asep sembari mengingatkan agar mereka shalat malam 12 rakaat dan mengakhiri dengan shalat witir tiga rakaat dua kali salam. “Shalat malam satu jam sebelum shalat Subuh,” tambahnya.
Kiai Asep juga berpesan agar para santrinya tidak sekedar mengejar status formal. Tapi belajar secara serius agar nanti pulang dari negeri orang membawa kesuksesan dan kebahagiaan.

Para santri putri Amanatul Ummah yang diterima di perguruan tinggi Timur Tengah foto bersama dengan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk, guru tugas Amanatul Ummah dari Universitas Al Azhar Mesir. Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline.
Ia berharap para santrinya tidak puas dengan gelar S1.
“Usahakan sampai S2. Kalau bisa sampai S3, sampai doktor,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.
Kiai Asep juga menasehati para santrinya agar hidup sederhana. “Jangan hidup mewah. Masak sendiri saja. Cukup goreng telur atau merebus telur,” pintanya.
Khusus para santri yang kuliah di Mesir Kiai Asep mempersilakan mereka menempati rumah pribadinya di Mesir.
“Saya punya rumah di Mesir. Dua rumah. Anak-anak bisa menempati itu,” ujar Kiai Asep sembari mengungkapkan bahwa Dr KH Mauhibur Rokhman, menantunya yang menjabat Rektor Universitas KH Abdul Chalim (UAC) akan segera ke Mesir.
Gus Mauhib – panggilan Mauhibur Rokhman – adalah alumnus Universitas Al Azhar yang banyak berkomunikasi dengan para Syaikh di Universitas Al Azhar dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.
Seperti diberitakan HARIAN BANGSA edisi Rabu 2 September 2026, tahun ini sebanyak 1.161 santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri.
Dari catatan BANGSAONLINE, jumlah santri Amanatul Ummah yang diterima di perguruan tinggi luar negeri sebanyak 153 orang. Mereka diterima di perguruan tinggi di Amerika Serikat, Inggris, Australia, China, Singapura, Rusia, Turki, Dubai, Mesir, Tunisa, Maroko, Yordania, Malaysia dan negara-negara lainnya.
“Kalau sekarang 62 santri berangkat ke Mesir, Maroko, Tunisia dan Yordania, berarti sisa dari 153 santri, yaitu 91 santri diterima di Amerika dan negara-negara Eropa dan lainnya,” ujar Kiai Asep.
Menurut Muhammad Tabrani Basya, koordinator santri Amanatul Ummah yang melanjutkan studi ke Timur Tengah, sebagian santri yang diterima di perguruan tinggi Timur Tengah dapat beasiswa.
“Ada beasiswa studi dan ada beasiswa full,” ujar Muhammad Tabrani Basya kepada BANGSAONLINE.
Yang dimaksud beasiswa studi adalah bebas uang kuliah. Kalau di Indonesia disebut UKT (Uang Kuliah Tunggal) yaitu pembiayaan kuliah per semester. Sedang beasiswa full, mereka selain bebas uang kuliah juga mendapat fasilitas penginapan dan living cost alias biaya hidup mencakup pengeluaran rutin.
Tabrani tampak sibuk mengatur para santri yang lolos perguruan tinggi Timur Tengah untuk pamitan kepada Kiai Asep. Selain didampingi Muhammad Tabrani, para santri itu didampingi para orang tuanya masing-masing.
Menurut Kiai Asep, sebenarnya hari Kamis tidak ada jadwal ngaji di Amanatul Ummah Surabaya. Waktunya full di Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.
“Tapi karena kalian pamit saya ke sini,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.










