FRMJ Gelar Aksi Jilid II Tuntut Kepastian Hukum, Dirikan 5 Tenda di Depan Kantor Pemkab Jombang

JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang, Selasa (15/9/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk ketegasan massa terhadap tuntutan yang dinilai belum mendapat tindak lanjut memuaskan dari aksi sebelumnya.

Dalam demonstrasi kali ini, massa mendirikan lima tenda di area depan kantor Pemkab Jombang dan menyatakan akan bertahan hingga mendapatkan tanggapan konkret dari pemerintah daerah.

Koordinator FRMJ, Joko Fattah Rochim, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk mendorong penyelesaian empat persoalan utama di Kabupaten Jombang.

Tuntutan pertama berkaitan dengan operasional PT Jian You di Gambiran, Mojoagung. FRMJ mendesak agar operasional perusahaan tersebut dihentikan sementara sekaligus dilakukan evaluasi terhadap perizinan, Amdal Lalin, serta kejelasan status jalan menuju lokasi perusahaan.

Tuntutan kedua menyangkut penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan sentra wisata dan sekitar Alun-alun Jombang.

FRMJ menilai persoalan tersebut belum mendapatkan penyelesaian, meskipun para pedagang selama ini rutin membayar retribusi.

Selanjutnya, FRMJ meminta kejelasan terkait kasus KPRI agar persoalan tersebut tidak dibebankan kepada Pemkab Jombang.

Massa juga mendorong agar kasus tersebut ditempuh melalui jalur hukum apabila ditemukan dugaan pelanggaran.

Tuntutan terakhir berkaitan dengan pelibatan pekerja seni daerah, khususnya pegiat jaranan dan pelaku UMKM lokal, dalam perhelatan tahunan di Kabupaten Jombang.

"Ini dalam rangka aksi jilid dua. Kemarin sudah kita suarakan, tetapi belum ada tindak lanjut," ucap pria yang biasa disapa Cak Fattah.

"Intinya nanti kalau tidak diperhatikan, kita terus aksi sampai kita diperhatikan," imbuhnya.

Sebelumnya, Asisten III Setdakab Jombang, Syaiful Anwar, menyampaikan pemerintah daerah akan melakukan koordinasi internal untuk menindaklanjuti poin-poin yang disampaikan massa aksi.

Koordinasi tersebut terutama berkaitan dengan persoalan akses jalan dan drainase di sekitar PT Jian You.

Meski demikian, massa FRMJ menegaskan akan tetap bertahan di tenda hingga pemerintah daerah merealisasikan tuntutan yang mereka sampaikan. (aan/van)