Cara Kurangi Sampah Makanan dari Rumah

BANGSAONLINE.com - Setiap 29 September diperingati sebagai Hari Kesadaran Internasional tentang Kerugian dan Limbah Makanan. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap pemborosan pangan dan dampaknya bagi lingkungan serta iklim.

Indonesia menghadapi persoalan serius terkait sampah makanan. Sisa makanan yang terbuang menghasilkan emisi metana saat membusuk, gas rumah kaca yang lebih kuat dibandingkan karbon dioksida dan mempercepat perubahan iklim.

Menurut kajian Universitas Negeri Semarang, sejak 2020 Indonesia telah memasuki kondisi darurat sampah makanan. Limbah pangan muncul di sepanjang rantai produksi hingga konsumsi, terbagi menjadi dua kategori, yakni left over dari sisa konsumsi, dan food waste akibat kesalahan perencanaan atau produksi.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2024 mencatat sampah makanan mendominasi 39,87 persen dari total sampah nasional. Penumpukan di TPA memperparah pemanasan global, memicu cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, serta mengganggu produksi pangan.

Upaya pengurangan dapat dilakukan dari rumah, seperti membeli makanan secukupnya, menghabiskan porsi hingga bersih, serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Produsen juga perlu memperbaiki manajemen pasokan agar makanan tidak terbuang sejak tahap produksi.

Dengan perubahan kebiasaan konsumsi dan pengelolaan yang lebih baik, persoalan sampah makanan dapat ditekan sehingga dampak lingkungan dan iklim dapat diminimalkan. (rom)