Ringkasan Berita
- Fasilitas rawat inap di Puskesmas memudahkan peserta JKN (khususnya PBI) dalam mengakses perawatan medis tanpa harus ke rumah sakit, dengan lokasi yang lebih dekat dan suasana yang lebih nyaman karena tidak ramai.
- Pasien mendapatkan pelayanan medis yang responsif dan lengkap, mulai dari UGD yang melayani 24 jam, pemeriksaan lengkap (tekanan darah, laboratorium), hingga komunikasi dokter yang jelas dan mudah dipahami.
- Proses rujukan dari puskesmas ke rumah sakit berjalan lancar dan seluruh biaya perawatan termasuk pemeriksaan khusus seperti EEG ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga pasien tidak terbebani biaya.
- Program JKN sangat bermanfaat bagi keluarga peserta, memungkinkan akses kontrol rutin bulanan di poli anak dan obat-obatan secara berkelanjutan tanpa biaya tambahan.
TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com – Dwi Sundari (40), warga Tulungagung peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) mengaku sangat terbantu berkat adanya fasilitas rawat inap di Puskesmas.
Menurutnya, keberadaan fasilitas rawat inap menjadikan ia tak perlu jauh-jauh pergi ke rumah sakit saat membutuhkan perawatan medis. Dia mengaku telah beberapa kali menjalani rawat inap di Puskesmas Kauman, Tulungagung.
“Saya sudah sering rawat inap di sini, karena dekat dengan rumah dan lebih nyaman karena tidak ramai seperti di rumah sakit,” ungkapnya saat ditemui di ruang rawat inap Puskesmas Kauman, Jumat (9/10/2026).
“Saya ada riwayat sakit tipes yang berulang dan juga asam lambung saya sering naik. Setiap ada keluhan selalu periksa ke sini di rawat jalan, diberikan obat, setelah itu langsung membaik,” imbuhnya.
Dwi kembali menjalani perawatan setelah mengalami sakit kepala selama beberapa hari. Rasa sakit yang dirasakannya bahkan membuatnya kesulitan membuka mata. Karena keluhan tak tertahankan, ia memutuskan mendatangi UGD Puskesmas Kauman.
Setibanya di puskesmas pada Senin (5/10/2026) pukul 04.00 WIB, Dwi langsung mendapatkan pemeriksaan. Petugas memeriksa tekanan darahnya dan mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium. Setelah hasil pemeriksaan keluar, dokter memutuskan Dwi perlu menjalani rawat inap.
“Kemarin hari Senin saya masuk UGD jam empat pagi, langsung ditangani dengan baik, diperiksa tekanan darah ternyata tinggi di angka 150 dan kemudian diambil darah untuk pemeriksaan laboratorium. Kemudian, setelah hasil laboratorium ada, saya dinyatakan harus rawat inap,” jelasnya.
Selama beberapa kali menjalani perawatan, Dwi mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari dokter maupun perawat. Ia merasa petugas melayani pasien dengan ramah dan cekatan, serta memberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya dengan bahasa yang mudah dipahami.
Menurutnya, kebersihan ruang rawat inap dan respons petugas juga membuatnya nyaman selama menjalani perawatan. Ketika cairan infus habis, misalnya, ia cukup menekan tombol panggilan untuk meminta bantuan perawat.
“Pelayanan di sini sangat baik, dokter dan perawatnya cekatan dan ramah. Dokternya juga kalau memberi penjelasan kondisi saya mudah untuk dipahami. Kalau cairan infus habis, tinggal menekan tombol panggilan, tidak lama perawat datang untuk mengganti cairan infus. Dokter juga belum memperbolehkan pulang, jika memang kondisi saya menurutnya belum sembuh, jadi memang perawatan diberikan sesuai kondisi medis,” cerita Dwi.
Manfaat JKN juga dirasakan keluarga Dwi ketika anaknya membutuhkan penanganan medis. Saat mengalami kejang, anaknya harus mendapatkan rujukan dari puskesmas ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Menurut Dwi, proses rujukan hingga rawat inap berjalan lancar. Anaknya juga masih menjalani kontrol rutin setiap bulan di poli anak dan mendapatkan obat sesuai penanganan yang diberikan dokter.
“Anak saya sampai sekarang rutin setiap bulan ke poli anak, dan mendapat obat rutin. Waktu itu, dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit sampai rawat inap semua mudah dan tidak mengeluarkan biaya. Bahkan, pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG) semua dijamin BPJS Kesehatan. Semoga program ini tetap ada untuk masyarakat, karena sangat bermanfaat ketika sakit, kami sudah tidak terbebani biaya,” pungkasnya. (fer/msn)










