KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo menegaskan pamflet yang beredar di media sosial dengan narasi menyudutkan pesantren adalah hoaks.
Pamflet tersebut mencatut nama, lambang, dan kehormatan Ponpes Lirboyo untuk kepentingan provokasi maupun politik tanpa izin. Juru bicara Ponpes Lirboyo, HM. Abdul Muid, menyatakan pihaknya menolak keras isi pamflet tersebut.
“Kami menolak keras dan menyatakan bahwa itu hoax,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).
Menurut Gus Muid, sapaan akrabnya, Ponpes Lirboyo tidak pernah mengeluarkan seruan, pamflet, atau maklumat seperti yang digambarkan dalam meme palsu. Ia menegaskan nama baik pesantren tidak boleh dimanfaatkan untuk agenda terselubung yang merugikan masyarakat.
Gus Muid mengajak santri, alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat untuk tidak terprovokasi serta menjunjung tinggi kejujuran informasi dengan melakukan tabayyun.
“Kami memperingatkan dengan keras kepada pembuat, pemanipulasi, dan penyebar pertama meme hoaks ini untuk segera menghentikan aktivitasnya dan menghapus konten tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, pihak pesantren akan menempuh jalur hukum pidana maupun perdata serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut dan memproses pelaku.
“Mari bersama-sama menjaga adab, memelihara kedamaian, dan menghormati pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang luhur,” pungkasnya. (uji/mar)










