BPJS Kesehatan Dorong Perempuan Manfaatkan Pemeriksaan Pap Smear

TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Kanker serviks dapat berkembang tanpa gejala yang mudah dikenali pada tahap awal. Karena itu, perempuan diimbau menjaga kesehatan organ reproduksi dengan melakukan pemeriksaan dini, salah satunya melalui layanan Pap smear yang tersedia bagi peserta JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, menyebut pemeriksaan Pap smear menjadi salah satu manfaat bagi peserta JKN untuk mendukung deteksi dini kanker serviks.

“BPJS Kesehatan memberikan benefit bagi peserta JKN melalui pemeriksaan papsmear yang dilakukan satu kali dalam setahun, jadi jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Peserta JKN dapat memanfaatkan layanan ini di laboratorium klinik atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kriteria peserta adalah perempuan berusia di atas 15 tahun dan sudah pernah melakukan hubungan seksual, dengan status kepesertaan aktif serta pengisian survei skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN atau laman resmi BPJS.

Pelaksanaan pemeriksaan berlangsung Oktober–November 2026 di sejumlah laboratorium, antara lain Klinik Sima, Ultra Medika, dan Prodia di Tulungagung; Dia Medika di Trenggalek; serta Klinik Amanah di Pacitan.

Fitriyah menegaskan pemeriksaan dilakukan tenaga medis berkompeten dengan pengambilan sampel sel leher rahim untuk diperiksa di laboratorium patologi. Ia berharap kesempatan ini dimanfaatkan perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.

“Kalau sejak dini melakukan papsmear, peluang sembuh akan lebih besar karena pengobatan bisa segera dilakukan sesuai kebutuhan,” katanya.

Manfaat layanan ini dirasakan Nuraini, peserta JKN asal Tulungagung. Ia mengaku pemeriksaan berlangsung cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit.

“Saya merasa senang ada pemeriksaan papsmear dari BPJS Kesehatan apalagi tidak perlu membayar. Perempuan memang harus mulai peduli kesehatan tubuhnya sendiri, jangan tunggu sakit baru periksa,” tuturnya. (fer/mar)