Air PDAM Tak Ngalir Sejak 2024, Warga 3 Desa di Cerme Gresik Bawa Dua Tuntutan ke Perumda Giri Tirta

GRESIK, BANGSAONLINE.com – Warga Desa Guranganyar, Sukoanyar, dan Ngembung, Kecamatan Cerme mengeluhkan aliran air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta yang tidak lancar. 

Mereka mendesak perusahaan daerah tersebut segera memulihkan pasokan air dan memberikan transparansi terkait tagihan pelanggan.

Keluhan itu disampaikan perwakilan warga dalam pertemuan dengan Direktur Perumda Giri Tirta Gresik, Kurnia Suryandi, di Pendopo Kantor Kecamatan Cerme.

Pertemuan tersebut difasilitasi Camat Cerme Umar Hasyim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Perwakilan warga dipimpin oleh kepala desa masing-masing, yakni Kepala Desa Guranganyar Sariadi, Kepala Desa Sukoanyar Rupian, serta Sekretaris Desa Ngembung.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan bahwa gangguan aliran air telah berlangsung cukup lama.

Mereka mengaku berulang kali melaporkan persoalan tersebut ke kantor cabang Perumda Giri Tirta di Cerme, tetapi belum mendapatkan penyelesaian. Padahal, pelanggan tetap membayar tagihan setiap bulan sesuai ketentuan.

Warga juga menyoroti tidak adanya petugas pencatat meter air. Bahkan, di Dusun Gedungjati, Desa Sukoanyar, pasokan air disebut tidak mengalir sejak 2024. Mereka meminta kepastian agar aliran air kembali normal paling lambat dalam tiga hari.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan dua tuntutan kepada Direktur Perumda Giri Tirta.

Pertama, meminta agar distribusi air PDAM kembali lancar. Kedua, mendesak adanya transparansi dalam penetapan dan penagihan rekening air pelanggan.

Warga mengancam akan menyampaikan aspirasi secara langsung ke kantor pusat Perumda Giri Tirta Gresik apabila persoalan tersebut tidak kunjung diselesaikan.

Sementara itu, Direktur Perumda Giri Tirta Gresik Kurnia Suryandi menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan distribusi air tidak berjalan normal.

Menurut Kurnia, salah satu penyebabnya adalah penurunan debit air dari Mojokerto yang disebut terjadi tanpa pemberitahuan kepada Perumda Giri Tirta Gresik. Selain itu, terdapat pekerjaan perbaikan pipa di wilayah Menganti.

Kurnia berjanji pasokan air kepada pelanggan di tiga desa tersebut akan kembali normal dalam waktu tiga hari.

"Saya minta warga agar tidak menggunakan sanyo untuk mengalirkan air ke dalam rumah dan warga menyiapkan tandon di rumah masing-masing," pintanya. (hud/van)