Pemkab Jombang dan TNI Mulai TMMD ke-130 di Desa Klitih

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jombang bersama Kodim 0814 resmi memulai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 tahun ini. Pembukaan kegiatan ditandai dengan upacara di Lapangan Desa Kampungbaru, Kecamatan Plandaan, Selasa (13/10/2026).

Mengusung tema 'TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa', program tahun ini difokuskan di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan. Wilayah tersebut mencakup 14 dusun, yakni Klitih, Pojok, Tanggungan, Jabon, Tempuran, Tondowesi, Putuk, Delik, Tambak, Cepit, Waturumpit, Nampu, Papringan, dan Rapahombo.

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, menyampaikan apresiasi kepada TNI dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD. Menurut dia, program tersebut menjadi wujud kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan perdesaan.

"Tema yang diusung menegaskan pentingnya membangun bangsa yang dimulai dari pelosok desa, dengan melibatkan lintas sektor sesuai kebutuhan riil warga. Melalui pola ini, kita berharap kesejahteraan masyarakat desa dapat terus meningkat," katanya.

Ia menjelaskan, TMMD merupakan implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Program ini, lanjutnya, juga memperkuat kemanunggalan TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Salmanudin menyoroti kondisi akses jalan yang selama ini menjadi kendala bagi warga Desa Klitih. Menurutnya, keberadaan jalan yang sulit dilalui kendaraan menghambat mobilitas masyarakat, termasuk saat kondisi darurat.

"Sebelumnya ada jalan terjal yang tidak bisa dilalui kendaraan. Saat ada warga sakit, mereka harus ditandu hingga sejauh satu kilometer menuju mobil siaga desa," ucapnya. 

"Melalui TMMD ini, kita tuntaskan persoalan infrastruktur jalan agar mobilisasi warga lebih cepat dan aman. Bahkan, program penataan akses ini rencananya akan berlanjut hingga ke titik Desa Kecepit tahun depan," sambungnya.

Sementara itu, Dandim 0814/Jombang, Letkol Kav. Dicky Prasojo, menyebut pelaksanaan TMMD berlangsung selama satu bulan, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.

Sejumlah sasaran fisik yang akan dikerjakan meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,338 kilometer, renovasi 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan enam unit MCK, serta pembuatan sumur bor untuk mendukung kebutuhan irigasi dan air bersih warga.

"Sebanyak 150 personel gabungan dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri dikerahkan dalam Satgas TMMD ini. Selain sasaran fisik utama, kita juga fokus mendukung program ketahanan pangan," ucap Dandim Jombang.

Upacara pembukaan TMMD ke-130 berlangsung khidmat dengan melibatkan 4 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang terdiri atas personel gabungan TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, Linmas, dan pelajar.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial kepada anak yatim dan keluarga kurang mampu di wilayah setempat. (aan/mar)