SURABAYA,BANGSAONLINE.com – Kebakaran melanda sebuah kantor notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di kompleks rumah toko (ruko) kawasan Kalibokor, Rabu (14/10/2026) siang.
Api menghanguskan sebagian besar bangunan tiga lantai tersebut, dengan dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Kebakaran bermula ketika seorang pegawai kantor notaris mencium bau asap di lantai dua.
Saat melakukan pemeriksaan, pegawai tersebut mendapati asap pekat dan api telah memenuhi lantai tersebut. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran.
Untuk mencegah api merembet ke bangunan lain, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Kabid Pemadam DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, membenarkan bahwa bangunan yang terbakar merupakan kantor notaris dan PPAT.
Ia menjelaskan, kebakaran diketahui setelah seorang pegawai mencium bau asap dan mendapati api telah memenuhi lantai dua. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik.
"Ya benar yang terbakar kantor Notaris, yang ludes terbakar di lantai 2 sementara lantai 1 dan 3 hanya terimbas. Sementara ini dugaan kami akibat adanya korsleting listrik di lantai 2," katanya saat ditemui di lokasi kejadian.
Setelah sekitar satu setengah jam berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran.
Namun, proses penanganan sempat terkendala asap pekat yang memenuhi seluruh ruangan kantor.
"Alhamdulillah tak ada korban luka maupun korban jiwa, namun tadi kami sempag kesulitan mengeluarkan asap, akhirnya kami mengerahkan blower khusus untuk mengeluarkan asap," kata M. Rokhim.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti dokumen penting yang terbakar, termasuk dokumen perjanjian maupun pertanahan.
Namun, titik api diketahui berasal dari lantai dua, tempat sejumlah dokumen penting disimpan. (rus/van)










