81 Desa Terdampak Kekeringan, BPBD Sampang Siapkan Mitigasi Darurat

SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Kekeringan di Kabupaten Sampang, Madura, semakin meluas dengan jumlah wilayah terdampak mencapai 81 desa hingga pertengahan Oktober 2026, sehingga BPBD setempat memperkuat penanganan darurat dan distribusi air bersih.

Kondisi tersebut terjadi di tengah prediksi mundurnya awal musim hujan akibat fenomena El Niño berintensitas kuat, sebagaimana disampaikan dalam informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan pemetaan terbaru BPBD Sampang, jumlah desa terdampak meningkat dari 78 desa pada bulan sebelumnya menjadi 81 desa.

Kondisi paling kritis tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kedungdung, Robatal, Karang Penang, Tambelangan, Sreseh, Banyuates, dan Pangarengan.

Kasi Pencegahan dan Kedaruratan BPBD Sampang, Ahmed Basori mengatakan penanganan darurat akan terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak.

"Kondisi di desa-desa sangat memprihatinkan. Setelah tidak turun hujan selama 5 hingga 6 bulan, dampaknya sangat terasa. Sumur-sumur warga dan embung desa yang biasanya menjadi sumber air bersih kini mayoritas sudah mengering dan berada dalam kondisi sangat kritis," tutur Ahmed Basori.

Ia menambahkan, BPBD Sampang telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani dampak kekeringan yang semakin meluas tersebut.

"Kami menyiapkan SK Perpanjangan Kondisi Siaga Darurat Kekeringan, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penanganan bencana, serta mengajukan tambahan anggaran untuk distribusi air bersih di wilayah terdampak," katanya.

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, BPBD Sampang juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

 Penanganan difokuskan pada optimalisasi distribusi air bersih secara berkala ke wilayah yang mengalami krisis air.

Selain pemenuhan kebutuhan air bersih, BPBD Sampang menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gagal panen di sektor pertanian, termasuk penyiapan cadangan pangan bagi masyarakat terdampak.