GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) S. Hariyanto, disebut semakin menguat sebagai calon sekretaris daerah (Sekda) Gresik menggantikan Achmad Washil Miftahul Rachman yang akan memasuki masa purnatugas pada 1 November 2026.
Sejumlah pejabat mengungkapan, Hariyanto merupakan figur yang bisa diterima oleh mayoritas pejabat karena dianggap netral dari kubu mana pun.
"Sudah tidak rahasia mas, di Pemda sekarang menjelang pergantian sekda muncul kubu kelompok STPDN yang mendukung salah satu pejabat eselon II sebagai calon sekda. Sebaliknya, ada kubu non-STPDN juga mendukung figur tertentu menjadi calon sekda. Bahkan sekarang muncul 2 kubu STPDN yang mendukung figur berbeda sebagai calon sekda," ungkap salah satu pejabat yang enggan dipublikasikan identitasnya kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (16/10/2026).
Menurut sumber tersebut, munculnya kubu-kubuan dalam mendukung calon sekda sangat berpotensi menimbulkan birokrasi tidak kondusif. Terlebih, kalau nantinya figur calon sekda dari kubu tertentu yang terpilih, sehingga kubu lain yang kandidat sekdanya tak terpilih akan berseberangan.
"Dampaknya apa? Sekda terpilih akan sulit membangun teamwork yang kuat dan mengorkestrasi bawahan dalam menjalankan kerja-kerja birokrasi dan menyukseskan program pembangunan bupati dan wakil bupati," bebernya.
Oleh karena itu, lanjut sumber tersebut, diharapkan Sekda Gresik mendatang orangnya netral dan bisa diterima oleh semua ASN maupun pejabat.
"Atau minimal diterima mayoritas pejabat yang memimpin OPD, sehingga terbentuk teamwork yang tangguh dalam menjalankan dan mewujudkan program pembangunan yang telah disepakati dalam setiap pembahasan APBD," tuturnya.
Ia membenarkan bahwa Hariyanto merupakan salah satu sosok figur pejabat eselon II yang tengah kasak-kusuk dibicarakan sebagai calon sekda yang memiliki peluang.
"Kami sangat paham, bupati punya kuasa dalam memilih sekda. Namun, sejauh ini yang saya ketahui, Pak Hariyanto punya peluang jadi sekda. Orangnya kami anggap netral, bisa diterima mayoritas pejabat, dan bisa merangkul serta bekerja sama," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik, S. Hariyanto, mengaku bersyukur kalau dirinya diharapkan menjadi salah satu calon sekda.
"Ya saya bersyukur karena diharapkan menjadi calon sekda," ujarnya.
Menurutnya, penentuan jabatan sekda merupakan hak prerogatif bupati yang sebelumnya dilakukan melalui proses pendaftaran dan seleksi terbuka (selter).
"Pak bupati memiliki hak prerogatif untuk memilih salah satu pejabat eselon II dari hasil selter. Saya sebagai bawahan akan patuh dan loyal dengan keputusan beliau," katanya.
Ia menjelaskan bahwa di antara syarat pejabat yang bisa mendaftar selter adalah eselon II dan sudah dua kali menduduki jabatan eselon II di OPD berbeda atau sudah 5 tahun menjabat di satu OPD.
"Saya menjabat Kepala Dispedik.sudah lebih dari 5 tahun, kalau saya ikut selter sekda sudah memenuhi syarat," terangnya. (hud/msn)










