BANGSAONLINE.com - Banyak orang menganggap matcha dan green tea atau teh hijau sebagai produk yang sama. Anggapan tersebut muncul karena keduanya berasal dari tanaman teh yang sama, yakni Camellia sinensis.
Kendati demikian, perbedaan proses budidaya dan pengolahan membuat matcha dan green tea memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi rasa, warna, maupun kandungan nutrisi.
Perbedaan pertama dapat dilihat dari metode penanaman daun teh. Green tea umumnya berasal dari daun teh yang tumbuh di area terbuka dan memperoleh paparan sinar matahari secara langsung.
Sementara itu, tanaman teh yang akan diolah menjadi matcha biasanya ditempatkan di area teduh atau ditutupi beberapa waktu sebelum panen. Perlakuan tersebut memengaruhi kandungan senyawa dalam daun teh sekaligus memberikan warna yang lebih hijau pekat.
Proses pengolahan juga menjadi pembeda utama antara matcha dan green tea. Setelah dipanen, daun teh untuk kedua produk tersebut dikeringkan untuk mencegah oksidasi.
Namun, daun yang digunakan sebagai bahan matcha mengalami tahap tambahan berupa pemisahan bagian tertentu sebelum digiling hingga menjadi bubuk halus. Sebaliknya, green tea umumnya tetap berbentuk daun kering yang dapat langsung diseduh.
Perbedaan berikutnya terlihat pada tampilan seduhan. Matcha menghasilkan minuman berwarna hijau lebih pekat dan cenderung keruh karena seluruh bubuk teh larut dalam air.
Sedangkan green tea menghasilkan seduhan yang lebih bening karena hanya sari daun teh yang terekstraksi selama proses penyeduhan. Dari sisi rasa dan aroma, matcha dikenal memiliki karakter yang lebih kuat dan kompleks.
Sebagian penikmat teh menggambarkan aromanya menyerupai aroma tumbuhan segar. Di sisi lain, green tea umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dengan sensasi segar dan sedikit pahit, sehingga banyak dikonsumsi sebagai minuman harian.
Kandungan nutrisi juga menjadi salah satu perbedaan yang sering dibahas. Daun teh yang dibudidayakan di tempat teduh untuk produksi matcha umumnya mengandung klorofil, kafein, asam amino, serta antioksidan dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Karena seluruh bubuk teh dikonsumsi saat minum matcha, asupan senyawa tersebut juga cenderung lebih besar dibandingkan green tea. Meski memiliki karakteristik berbeda, matcha dan green tea sama-sama berasal dari tanaman teh yang sama dan dapat menjadi pilihan minuman sesuai preferensi masing-masing.
Pemahaman mengenai perbedaan keduanya dapat membantu konsumen memilih jenis teh yang paling sesuai dengan selera rasa, kebutuhan, maupun cara menikmati minuman tersebut. (mg1/rom)










