Tingkatkan Keselamatan, KAI Rampungkan Pemeliharaan 20.581 Bantalan Rel

BANGSAONLINE.com - KAI mencatat realisasi pemeliharaan sebanyak 20.581 batang bantalan rel di berbagai jalur operasional hingga pertengahan Oktober 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 17.025 batang bantalan beton dan 3.556 batang bantalan sintetis yang menjadi bagian dari program perawatan prasarana perkeretaapian nasional.

Data yang dirilis KAI pada Jumat (16/10/2026) menunjukkan target pemeliharaan tahun ini mencapai 61.924 batang bantalan beton dan 16.839 batang bantalan sintetis. Hingga saat ini, capaian pemeliharaan bantalan beton telah mencapai 27,49 persen, sedangkan bantalan sintetis mencapai 21,12 persen.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pemeliharaan prasarana dilakukan secara terencana berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi jalur. Menurutnya, kondisi bantalan rel yang sesuai standar berperan penting dalam menjaga geometri dan kestabilan jalur kereta.

“Perawatan prasarana dilakukan secara terencana berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi jalur. Bantalan yang memenuhi standar membantu menjaga geometri dan kestabilan rel sehingga perjalanan kereta dapat berlangsung dengan aman dan andal,” ujarnya.

Divisi Regional IV Tanjungkarang menjadi wilayah dengan target pemeliharaan bantalan beton terbesar, yakni 18.321 batang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.390 batang telah selesai dirawat atau setara dengan 51,25 persen dari target yang ditetapkan.

Anne menjelaskan bahwa pekerjaan pemeliharaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan intensitas perjalanan kereta dan kondisi material di lapangan. Penjadwalan pekerjaan juga disesuaikan agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api.

“Keselamatan perjalanan sangat bergantung pada kesiapan seluruh komponen prasarana. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan dilakukan secara rutin agar kondisi jalur tetap sesuai standar operasi serta potensi gangguan dapat ditekan sejak awal,” paparnya.

Selain pemeliharaan bantalan rel, KAI juga melakukan pemeriksaan berkala terhadap rel, wesel, jembatan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Perusahaan menerapkan metode tutup jalur maupun pengaturan sela perjalanan kereta, terutama pada lintasan di Pulau Jawa, guna mendukung kelancaran pekerjaan perawatan.

Kinerja operasional KAI turut ditopang oleh kondisi prasarana yang terjaga. Pada September 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta penumpang mencapai 99,71 persen dan ketepatan kedatangan sebesar 97,45 persen. Sementara itu, ketepatan waktu keberangkatan angkutan barang tercatat 95,68 persen dengan ketepatan kedatangan mencapai 87,15 persen.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan pemeliharaan prasarana rel merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional kereta api di berbagai daerah operasi.

“Perawatan jalur merupakan pekerjaan yang berjalan setiap hari. Targetnya jelas, yaitu memastikan prasarana dalam kondisi layak dan aman sehingga perjalanan pelanggan maupun angkutan barang dapat berlangsung dengan selamat, andal, dan tepat waktu,” katanya. (rom)