PAC IPNU-IPPNU Jabon Sidoarjo Gelar Lakmud Jenggala 2026, Cetak Kader Muda Berintegritas dan Adaptif

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jabon menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) Jenggala 2026 pada 16–18 Oktober 2026 untuk memperkuat kapasitas, kepemimpinan, dan integritas kader pelajar NU.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Aktualisasi Nilai Aswaja dalam Pembentukan Kader yang Berintegritas, Visioner, dan Adaptif untuk Menjawab Tantangan Zaman.”

Lakmud Jenggala 2026 menjadi salah satu upaya pengkaderan untuk membangun mental, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan pelajar NU di tingkat akar rumput.

Melalui pengkaderan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.

Ketua PAC IPNU Jabon, M. Imam Sufajar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Lakmud bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan wadah pembentukan kader yang siap menghadapi dinamika zaman.

"Lakmud Jenggala 2026 ini hadir sebagai wadah untuk mencetak kader-kader muda yang tidak hanya berakar kuat pada nilai-nilai Aswaja, tetapi juga memiliki integritas tinggi, pandangan yang visioner, serta kelincahan dalam beradaptasi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pengkaderan ini dengan sungguh-sungguh demi kemajuan IPNU IPPNU di Kecamatan Jabon," kata Fajar dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Sementara itu, perwakilan PC IPNU-IPPNU Sidoarjo, M. Sirojul, menekankan pentingnya peran pelajar NU dalam menghadapi perkembangan era digital dan modernisasi.

Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kader IPNU-IPPNU memiliki daya saing tinggi tanpa meninggalkan tradisi dan nilai-nilai keislaman.

"Kader IPNU IPPNU hari ini harus menjadi pribadi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan zaman, namun tetap memegang teguh integritas serta nilai-nilai Aswaja. Lakmud ini adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter visioner tersebut," tutur M. Sirojul.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua GP Ansor Jabon, Dedik Baehaqi, yang hadir mewakili MWCNU Jabon.

 Ia menyatakan bahwa keberlanjutan perjuangan NU pada masa mendatang berada di tangan para pelajar yang saat ini berproses melalui IPNU dan IPPNU.

Pembukaan Lakmud Jenggala 2026 ditutup dengan doa bersama dan seremoni pembukaan secara simbolis.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai materi, meliputi kepemimpinan, keorganisasian, ke-Aswaja-an, manajemen organisasi, manajemen konflik dan pemecahan masalah, analisis gender, analisis media, serta wawasan kebangsaan. Materi tersebut disiapkan untuk membentuk kader muda NU yang mampu menjawab tantangan masa depan. (mdr/van)