BANGSAONLINE.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memberikan apresiasi terhadap perkembangan sektor industri dan hilirisasi nasional dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kendati demikian, organisasi mahasiswa tersebut juga menyampaikan sejumlah catatan evaluatif agar manfaat pembangunan industri dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Ketua DPP GMNI Bidang Industri dan Hilirisasi, Prima Dwi Dzaldi, menilai kebijakan industri yang dijalankan pemerintah menunjukkan capaian positif, khususnya dalam melanjutkan dan memperluas program hilirisasi di berbagai sektor strategis.
Menurut dia, salah satu langkah yang dinilai signifikan adalah perluasan hilirisasi yang tidak lagi hanya berfokus pada sektor mineral dan pertambangan, tetapi juga mencakup sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.
GMNI juga mengapresiasi peningkatan investasi di sektor manufaktur pengolahan, industri pertahanan, serta pengembangan energi berbasis bahan bakar nabati. Langkah tersebut dinilai berkontribusi terhadap penguatan rantai pasok dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan baku.
Meski memberikan penilaian positif, GMNI mengingatkan pentingnya memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. Organisasi tersebut menilai investasi yang masuk ke kawasan industri perlu diimbangi dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.
Menurut Prima, penguatan program pelatihan kompetensi dan transfer teknologi menjadi aspek penting agar masyarakat sekitar kawasan industri dapat memperoleh manfaat langsung dari pertumbuhan sektor tersebut.
GMNI juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta perlindungan lingkungan di kawasan industri dan smelter. Pengelolaan limbah, pemulihan lahan, dan pengawasan lingkungan dinilai perlu dilakukan secara konsisten untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Selain itu, organisasi tersebut mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri skala besar. Upaya tersebut dinilai dapat memperluas dampak ekonomi hilirisasi dan meningkatkan pemerataan manfaat pembangunan.
Sebagai bagian dari rekomendasi, DPP GMNI mengusulkan penguatan peta jalan hilirisasi yang lebih inklusif, penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri, serta pelaksanaan audit lingkungan dan keselamatan kerja secara berkala.
Di akhir pernyataannya, Prima menegaskan GMNI akan tetap menjalankan fungsi sebagai mitra kritis yang memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, penguatan sektor industri dan hilirisasi perlu terus dilanjutkan agar mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. (red)










