PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menggelar kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama guru madrasah di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Probolinggo yang meliputi Kecamatan Paiton, Kotaanyar, dan Pakuniran.
Agenda tersebut menjadi forum untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas berbagai persoalan yang dihadapi tenaga pendidik di lingkungan madrasah. Acara berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Qur'an, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini merupakan program Kementerian Agama yang bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq (UINKHAS) Jember. Dalam forum itu, peserta membahas tema 'Administrasi Banyak, Kapan Guru Berinovasi?' yang menyoroti berbagai tugas administratif yang harus diselesaikan guru madrasah di tengah kewajiban mengajar dan membimbing peserta didik.
Sejumlah guru menyampaikan keluhan terkait banyaknya laporan dan administrasi yang harus dipenuhi, terutama yang berkaitan dengan tunjangan profesi guru (TPG) serta berbagai aplikasi pelaporan yang wajib diisi secara berkala.
Salah satu peserta, Rudi, mempertanyakan pandangan bahwa guru belum melakukan inovasi dalam pembelajaran. Ia menyatakan, banyak guru yang telah berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan metode belajar.
"Dengan Judul tema disini, apakah benar selama ini guru-guru belum berinovasi. Guru disekolah mana itu?," ujarnya.
Selain itu, Jupriyanto yang hadir mewakili Karang Taruna menyoroti kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) madrasah. Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
"Selama ini, justru guru PAUD madrasah yang belum mendapatkan perhatian serius. Mereka sebenarnya ujung tombak pendidik. Namun terabaikan. Mohon, ini menjadi perhatian Ning Dini," katanya.
Sementara itu, Dini menjelaskan bahwa kegiatan digelar sebagai ruang dialog antara guru, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan Islam.
Menurut dia, guru saat ini tidak hanya bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar dan pembentukan karakter peserta didik, tetapi juga menghadapi berbagai tuntutan administrasi yang cukup kompleks.
"Bener ya guru-guru. Banyak aplikasi yang harus diisi. Selain itu, guru dituntut kreatif dan inovatif dalam mengajar. Karenanya, kami ingin mendorong guru-guru agar bisa menciptakan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif sesuai perkembangan zaman," paparnya.
Politikus NasDem ini berharap para guru tetap dapat mengutamakan kualitas pembelajaran meskipun dihadapkan pada berbagai kewajiban administrasi. Ia menjelaskan, inovasi dalam metode belajar menjadi faktor penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kemampuan peserta didik menghadapi perkembangan zaman.
"Kegiatan ini diharapkan nantinya dapat memberikan motivasi atau semangat kepada guru-guru madrasah agar terus berinovasi dalam menciptakan metode pembelajaran yang baik dan berkwalitas kepada anak didiknya nanti," pungkasnya. (ndi/mar)










