MALANG, BANGSAONLINE.com – Ditetapkannya Kota Malang sebagai kota pertama di Asia Tenggara yang masuk jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang Media Arts menjadi modal Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk memperluas kolaborasi internasional melalui kegiatan the 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Tak hanya itu, Wahyu menyebut, forum yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga dapat memperkuat industri kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Terkait capaian UCCN ini, lanjut Wahyu, ditopang pengembangan ekosistem kreatif yang melibatkan generasi muda, institusi pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah.
Salah satu penguatnya adalah Malang Creative Center (MCC), yang menjadi ruang kolaborasi bagi 17 subsektor ekonomi kreatif.
“Malang Creative Center menjadi wadah bagi anak-anak berkreasi, mahasiswa, dan pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi serta inovasi,” ujarnya.
Menurut Wahyu, kekuatan ekonomi kreatif Malang tidak hanya bertumpu pada seni media, tetapi juga mencakup gim, animasi, film, produksi audiovisual, hingga pengembangan startup.
Keterhubungan dengan subsektor lain, seperti fesyen, kriya, dan budaya, turut memperluas peluang pertumbuhan industri kreatif.
Potensi tersebut diperkuat posisi Malang sebagai kota pendidikan dengan ketersediaan talenta muda yang memiliki keahlian di bidang desain, animasi, dan teknologi digital.
Sejumlah talenta lokal bahkan telah terlibat dalam produksi karya berskala nasional dan internasional.
Di antaranya Wahyu Denis Kurniawan, alumnus SMKN 4 Malang yang terlibat dalam produksi film animasi Jumbo, serta Tatik Setyowati yang berkontribusi dalam pengerjaan serial animasi Kiko dan Vampirina musim pertama dan kedua.
Wahyu menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar pengakuan internasional.
Sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas pelaku UMKM, membuka peluang kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ekonomi kreatif di Kota Malang mampu bertahan dan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Saya optimistis sektor ini akan terus tumbuh dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pemkot Malang pun menargetkan pengakuan UNESCO menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing industri kreatif sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Setelah ditetapkan menjadi kota kreatif dunia, kami ingin membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dari sektor ekonomi kreatif benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk melalui pemerataan kesejahteraan,” pungkas Wahyu. (dad/msn)










