
Berdasarkan data situasi dan sebaran karhutla di Jawa Timur, tercatat 184 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 11.449 hektare yang tersebar di 26 kabupaten.
Kebakaran tersebut melanda sejumlah kawasan pegunungan, di antaranya Gunung Bromo, Arjuno, Semeru, Butak, dan Ijen.
Pemprov Jatim telah melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat penanganan karhutla.
Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain itu, upaya pemadaman juga dilakukan melalui operasi water bombing bekerja sama dengan BNPB.
Operasi tersebut menyasar sejumlah kawasan pegunungan yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla, termasuk Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, dan Gunung Butak.
"OMC sudah kita lakukan dengan menyasar wilayah operasi meliputi kawasan Gunung ljen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, serta kawasan pegunungan lainnya yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Jawa Timur,” tegasnya.
Selain itu, pemadaman dilakukan dengan mengerahkan drone water spray dan melaksanakan operasi water bombing untuk membantu mengatasi kebakaran di kawasan terdampak.
Pemprov Jatim juga mengajak masyarakat melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan dan meningkatnya risiko karhutla.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan salat tersebut, Khofifah telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Istisqa.
“Berbagai langkah ikhtiar itu semua adalah bagian dari upaya terpadu Pemprov Jatim untuk memperkuat penanganan karhutla, semoga ikhtiar ini membuahkan hasil,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengapresiasi upaya Pemprov Jatim bersama pemerintah daerah dalam membantu penanganan dan pemadaman karhutla.
Menurut Kristomei, pendekatan berbasis sains perlu berjalan beriringan dengan kearifan lokal dan pendekatan keagamaan dalam menghadapi bencana.
“Salat istisqa merupakan bagian dari pendekatan spiritual yang bisa kita padukan dengan pendekatan ilmiah. Keduanya saya yakin bisa berjalan bersama dalam menghadapi karhutla,” ujar Kristomei.
Ia menegaskan, BNPB siap mendukung penanganan karhutla, termasuk melalui operasi water bombing.
Pemerintah daerah yang membutuhkan tambahan dukungan dari pemerintah pusat dapat menyampaikan kebutuhannya kepada BNPB untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kondisi di lapangan.
Kristomei juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat merusak lingkungan serta membahayakan petugas dan warga yang terlibat dalam upaya pemadaman.
“Jangan ada pembakaran lagi karena dampaknya merugikan kita semua. Banyak dampak negatif yang kita rasakan, sementara saudara-saudara kita juga berupaya memadamkan api,” tegasnya.
Di sisi lain, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan kesiapan jajaran TNI untuk mendukung penanganan karhutla di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya langkah preventif melalui sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
“Kami siap membantu Pemerintah Daerah dalam menangani karhutla di Jatim. Kita harus yakin dengan kekuatan kita sendiri, harus bersama-sama gotong royong menangani karhutla,” katanya. (dev/van)









