BANGSAONLINE.com - Membaca label gizi pada kemasan makanan dan minuman merupakan langkah penting sebelum membeli suatu produk. Informasi yang tercantum dalam label dapat membantu konsumen memahami kandungan energi, gula, garam, lemak, protein, serta berbagai zat gizi lainnya.
Dengan memahami informasi tersebut, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan pola konsumsi sehari-hari. Pada produk kemasan, sering ditemukan klaim seperti 'rendah lemak', 'tanpa gula', atau 'tinggi protein'.
Meski dapat menjadi informasi tambahan, klaim tersebut tidak selalu menggambarkan keseluruhan kandungan gizi produk. Oleh karena itu, konsumen perlu memperhatikan tabel Informasi Nilai Gizi serta daftar komposisi untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah takaran saji dan jumlah sajian dalam satu kemasan. Informasi nilai gizi umumnya disajikan berdasarkan satu porsi tertentu, bukan seluruh isi kemasan.
Karena itu, memahami ukuran sajian membantu konsumen mengetahui jumlah energi dan zat gizi yang sebenarnya dikonsumsi. Selain energi, kandungan gula, natrium atau garam, serta lemak juga menjadi bagian penting yang perlu diperiksa.
Konsumsi ketiga komponen tersebut dalam jumlah berlebihan dapat berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, sehingga membaca label dapat membantu konsumen menyesuaikan asupan dengan kebutuhannya.
Label gizi juga dapat dimanfaatkan untuk membandingkan produk sejenis. Dengan melihat kandungan nutrisi dari beberapa produk yang memiliki ukuran sajian yang sama, konsumen dapat menilai pilihan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Perbandingan itu sebaiknya dilakukan berdasarkan data gizi, bukan hanya berdasarkan klaim pemasaran yang tercantum pada kemasan. Pada kemasan makanan dan minuman, biasanya juga terdapat informasi mengenai Persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Angka ini menunjukkan kontribusi suatu nutrisi dalam satu porsi terhadap kebutuhan harian berdasarkan acuan tertentu. Meski demikian, kebutuhan gizi setiap orang dapat berbeda tergantung usia, jenis aktivitas, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.
Selain memperhatikan tabel nilai gizi, membaca daftar komposisi juga tidak kalah penting. Daftar tersebut menunjukkan bahan-bahan yang digunakan dalam produk, sehingga dapat membantu konsumen memahami apa yang terkandung di dalam makanan atau minuman yang akan dikonsumsi.
Sebagai langkah sederhana, konsumen dapat membiasakan diri memeriksa beberapa informasi utama seperti takaran saji, jumlah sajian per kemasan, energi total, kandungan gula, natrium, lemak, serta persentase AKG.
Memeriksa komposisi dan tanggal kedaluwarsa juga menjadi bagian penting sebelum memutuskan untuk membeli produk. Kemampuan membaca label gizi merupakan salah satu bentuk literasi pangan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami informasi yang tersedia pada kemasan, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih tepat, memilih produk sesuai kebutuhan, dan mendukung pola makan yang lebih seimbang. (mg2/rom)










