SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Rumah Literasi Digital (RLD) mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan branding, produksi konten, dan pemasaran digital yang digelar pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang mendapat dukungan dari PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) itu diikuti anggota komunitas Markas UKM.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan menggunakan perangkat yang digunakan sehari-hari, termasuk telepon genggam.
Pelatihan menghadirkan sejumlah praktisi di bidang media dan pemasaran digital, yakni Fatchur Rahman, pengelola media daring, Ali Masduki dari Pewarta Foto Indonesia (PFI), Andika Ismawan yang merupakan praktisi Search Engine Optimization (SEO), serta kreator konten video, Deni Panthom.
Materi yang diberikan mencakup penguatan identitas merek, teknik fotografi produk, pembuatan video promosi, hingga optimasi mesin pencari. Melalui keterampilan itu, pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat citra produk sekaligus meningkatkan peluang ditemukan oleh calon konsumen melalui berbagai platform digital.
Dalam pelatihan ini , peserta juga diberikan pemahaman bahwa pemasaran digital dapat dimulai dengan sarana sederhana tanpa memerlukan modal besar. Telepon genggam dinilai cukup untuk membuat foto produk, menyusun materi promosi, memproduksi video singkat, dan membagikannya melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Selain itu, fitur seperti status WhatsApp dan grup percakapan dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran untuk menjangkau calon konsumen di lingkungan sekitar. Namun, efektivitas promosi tetap ditentukan oleh kualitas informasi, tampilan visual, serta kemampuan pelaku usaha dalam merespons kebutuhan pelanggan.
Salah satu peserta, Kristin Wijayanti, pelaku usaha asal Girilaya, mengaku memperoleh banyak wawasan baru terkait strategi pemasaran yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usahanya.
“Ya, termotivasi. Semakin banyak trik penjualan, semakin memudahkan untuk mendapatkan penghasilan. Otomatis dong,” katanya.
Menurut dia, pengetahuan mengenai berbagai kanal pemasaran digital membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi penjualan.
Hal serupa disampaikan Firman, pelaku usaha asal Kampung Margi, Pabean. Ia menilai kemampuan memanfaatkan media digital menjadi kebutuhan penting bagi UMKM di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Tentu ini sangat dibutuhkan bagi kami, khususnya pelaku usaha. Dengan bekal ini, kita bisa melakukan promosi langsung dari HP, membuat status, atau membagikan informasi ke grup WhatsApp masing-masing,” ucapnya.
Direktur Rumah Literasi Digital (RLD), Andika Ismawan, mengatakan penguatan keterampilan digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Menurutnya, pelaku usaha tidak harus bergantung pada teknologi yang rumit atau biaya promosi yang besar untuk memulai pemasaran digital.
“Pelaku UMKM tidak harus memulai pemasaran digital dengan teknologi yang rumit atau biaya besar. Mereka bisa memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki, seperti telepon genggam, untuk membuat konten, membangun branding, dan memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Yang penting, keterampilan tersebut dipraktikkan secara konsisten agar memberikan dampak bagi usaha,” paparnya.
Ia menambahkan, literasi digital perlu diarahkan pada keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan memahami pembuatan konten, optimasi pemasaran digital, dan pemanfaatan berbagai kanal promosi, UMKM diharapkan mampu memperluas pasar serta menciptakan peluang penjualan baru di tengah persaingan ekonomi digital. (mdr/mar)










