Makin Ngetren, Masjid Buka 24 Jam, Sajikan Makan dan Ngopi Gratis

PONOROGO, BANGSAONLINE.com-Pada Ahad 25 Oktober 2026 lalu saya datang ke acara Ijazah Kubro MWC NU Babadan Ponorogo Jawa Timur. Dalam acara itu hadir dua ulama kharismatik. Yaitu Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur. Ulama satunya lagi adalah KH Abdullah Kafabih Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur.

Acara itu digelar di Masjid Kiai Ageng Imam Puro Babadan Ponorogo. Nah, arsitektur masjid inilah yang menarik perhatian saya. Terbuat dari 99 persen kayu, estetikanya elegan dan klasik. Yang lebih menarik lagi, masjid itu tanpa pagar meski halamannya sangat luas. Sedemikian luas bisa menampung ribuan orang.

Kamar mandinya ada puluhan. Bersih. Tempat airnya atau bak mandinya didesain cukup tinggi sehingga tak bisa kecipratan air yang dibuat menyiram kotoran atau air kencing di lantai. Dus, kesuciannya terjaga dan terpelihara.

Biasanya WC atau kamar mandi masjid cukup diberi timba kecil di bawah. Atau bak mandinya kecil dan pendek. Akibatnya, ketika kita cebok atau menyiram air kencing atau kotoran, bekas air yang kita buat cebok itu menyiprat ke dalam air yang ada dalam timba kecil atau bak mandi tersebut. Otomatis air dalam bak mandi itu najis karena bercampur dengan air bekas cebok yang sudah pasti bercampur dengan sisa-sisa tinja atau air kencing.

Dan yang penting lagi kamar mandi di Masjid Ki Ageng Imam Puro itu tak pernah ditutup. Mau ditutup gimana, wong tak ada pagarnya. Jam berapapun para jamaah atau musafir bisa shalat di masjid tersebut. Termasuk tengah malam. Maklum, desain masjidnya sangat welcome terhadap jamaah dan para musafir.

Lihat teras depan masjid tersebut. Sangat luas. Bahkan luas teras depannya sama dengan luas ruang dalam masjid. Otomatis jemaah atau para musafir tak perlu masuk ke dalam masjid jika mau shalat pada malam hari. Apalagi lampunya bersinar terang dan ada tiga pohon mangga di halaman masjid yang sedang berbuah cukup lebat.

Alhasil, desain masjid ini sangat inspiratif. Selama ini ide masjid buka 24 jam sering direspons secara sinis. “Buat masjid sendiri saja, lalu buka 24 jam,” demikian salah satu pernyataan sinis dari seorang takmir.

“Memang mengelola masjid gampang. Banyak barang-barang dalam masjid, seperti uang kotak amal yang belum dihitung, ada jam dinding dan juga pengeras suara. Kalau masjid dibuka 24 jam siapa yang jaga,” demikian komentar lain sembari menyatakan bahwa banyak peristiwa pencurian kotak amal di masjid.

“Kecuali kalau Takmir Masjidnya kita gaji untuk menjaga 24 jam,” ujar yang lain.

Nah, desain Masjid Ki Ageng Imam Puro ini tampaknya menjawab semua itu. Tak perlu tambahan takmir untuk menjaga 24 jam. Juga tak perlu rasa khawatir aset masjid yang berharga bakal hilang karena ruang utama masjid bisa dikunci kapanpun. Ya, biarkan ruang utama masjid dikunci. Tapi teras depan yang luas tetap bisa menjadi sarana ibadah 24 jam.

Begitu juga kamar mandi atau tempat wudlu bisa tetap terbuka 24 jam. Sehingga para jemaah, warga atau para musafir yang mau shalat atau istirahat bisa leluasa di masjid tersebut.

Tampaknya dewasa ini memang mulai banyak manajemen masjid yang telah mengalami atau melakukan transformasi. Bahkan banyak masjid yang menyiapkan makan dan minum atau ngopi gratis. Di beberapa tempat juga mulai ngetren masjid yang menyiapkan tempat penginapan gratis kepada musafir yang lewat. Termasuk sikat gigi, pasta gigi dan sabun gratis serta sarapan gratis.

Dengan demikian aktivitas masjid hidup. Tak pernah sepi. Siang malam. Bahkan semakin malam semakin ramai dan penuh orang shalat malam dan i’tikaf. Suasana ini otomatis memotivasi orang kerasan di masjid, termasuk anak-anak muda. Dan inilah sejatinya substansi Hadits Nabi Muhammad yang  menyerukan kepada umat Islam agar memakmurkan masjid. Wallahua’lam bisshawab.