MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar pertemuan sinergitas tiga pilar di Pendopo Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat, menyusul tingginya angka kecelakaan di ruas jalan provinsi yang melintasi wilayah tersebut serta masih adanya gesekan antaranggota perguruan pencak silat di sejumlah desa.
Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, seluruh kepala desa (kades), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas, perwakilan perlindungan masyarakat (Linmas), serta 11 ketua ranting perguruan pencak silat di Kecamatan Geger.
Dalam arahannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menekankan pentingnya mempererat koordinasi dan kerja sama tiga pilar di setiap desa.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat, dengan dukungan Linmas, diperlukan untuk mendeteksi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Ia berharap, melalui koordinasi yang semakin kuat, berbagai persoalan di masyarakat dapat segera ditangani. Upaya tersebut mencakup pelanggaran lalu lintas maupun potensi konflik sosial yang dapat mengganggu ketenteraman warga.
"Kepedulian dari kita semua bisa menjadi deteksi dini bila diketahui adanya gangguan lingkungan, sehingga mereka segera bisa diarahkan ke arah yang lebih baik," terang Hari Wuryanto.
Bupati menjelaskan, penyelesaian persoalan di tingkat desa perlu mengoptimalkan peran tiga pilar setempat. Apabila masalah yang muncul belum dapat diselesaikan, koordinasi dapat ditingkatkan dengan melibatkan tiga pilar pada tingkat pemerintahan di atasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengingatkan agar keberadaan Linmas turut mendapat perhatian dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, peran Linmas perlu dioptimalkan, tidak hanya dalam kegiatan seremonial atau saat warga menggelar hajatan.
"Kerukunan warga serta sinergi antar pilar memang perlu semakin ditingkatkan, namun jangan dilupakan adanya peran serta dari Linmas, itu juga perlu dioptimalkan. Jangan hanya menjaga di orang hajatan saja," tegasnya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Madiun berharap koordinasi antara pemerintah desa, aparat keamanan, Linmas, dan perguruan pencak silat semakin solid. Dengan demikian, potensi kecelakaan lalu lintas dan gesekan sosial dapat diantisipasi lebih dini demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di Kecamatan Geger. (dro/rev)










