BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat sektor kesehatan melalui peningkatan fasilitas layanan, pengembangan sumber daya manusia kesehatan, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses pelayanan bagi masyarakat di seluruh wilayah.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama wakilnya, Hasnuryadi Sulaiman, menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Karena itu, berbagai program peningkatan mutu pelayanan kesehatan terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah pengoperasian layanan Kamar Operasi Cito (OK Cito) di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh yang terintegrasi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Layanan ini mulai beroperasi pada Januari 2026 untuk mempercepat tindakan operasi bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat. Pada tahun lalu, RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh mencatat sebanyak 3.869 tindakan operasi, termasuk 988 operasi darurat.
Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap pelayanan bedah sekaligus pentingnya penguatan kapasitas rumah sakit. Selain memperkuat layanan kedaruratan, Pemprov Kalsel juga mendorong peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit melalui evaluasi berkelanjutan.
Salah satunya dilakukan RSUD Ulin Banjarmasin melalui Forum Konsultasi Publik yang membahas kualitas pelayanan, keselamatan pasien, dan akses kesehatan bagi kelompok rentan.
Dalam upaya memperluas layanan kesehatan unggulan, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan gedung kedokteran nuklir dan pusat layanan jantung terpadu di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh. Fasilitas ini direncanakan mulai diusulkan pada 2027 dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2028.
“Layanan ini nantinya akan melayani seluruh masyarakat, baik pasien BPJS, pasien umum maupun pembiayaan lainnya. Kita ingin masyarakat Kalimantan Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus keluar daerah,” ucap Gubernur Kalimantan Selatan dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan olahraga massal seperti jalan sehat, dilakukan sebagai upaya preventif menjaga kesehatan warga masyarakat Kalimantan Selatan. Foto: Media Center Kalsel
Menurut dia, pengembangan fasilitas kesehatan bertujuan memperkuat layanan rujukan di Kalimantan Selatan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan spesialistik tanpa harus berobat ke luar daerah.
Kendati demikian, pemerintah menilai pemerataan layanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun rumah sakit besar. Penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, posyandu, dan sistem rujukan yang terintegrasi juga menjadi faktor penting dalam menjamin pelayanan yang mudah diakses masyarakat.
Di sisi lain, upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat juga dilakukan melalui program kesehatan keluarga. Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan terus mendorong penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta prevalensi stunting melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta edukasi gizi.
Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pelayanan. RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh mengembangkan inovasi Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (Sipuas) berbasis digital untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
Pada triwulan IV tahun 2025, indeks kepuasan masyarakat rumah sakit tersebut tercatat mencapai 90,4 dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator evaluasi kualitas pelayanan yang terus dikembangkan.
Pemprov Kalsel menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan secara mudah, aman, cepat, dan terjangkau.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan peningkatan kualitas layanan kesehatan berjalan secara berkelanjutan.
Melalui penguatan layanan darurat, pengembangan fasilitas unggulan, pemerataan tenaga kesehatan, serta peningkatan layanan kesehatan keluarga, Pemprov Kalsel berharap pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga Banua. (red)




