
"Dengan suhu di atas 1.000 derajat Celsius, oksinerator ini memiliki beberapa keuntungan luar biasa, di antaranya mampu memecah senyawa beracun seperti dioksin dan furan pada suhu di atas 850 derajat Celsius," ujar dr. Pur.
Selain diklaim mampu mengurangi senyawa beracun, teknologi ini disebut memiliki efisiensi pembakaran yang tinggi sehingga volume residu sampah dapat ditekan.
Sampah diklaim bisa dibakar hingga hanya menyisakan sekitar 5 persen berupa abu halus dengan volume jauh lebih kecil, sehingga lebih mudah dikelola.
Ke depan, panas yang dihasilkan dari proses pembakaran tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.
Sementara itu, Kepala Desa Mejayan, Gunawan Wibisono, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Madiun dan seluruh pihak yang telah mendukung inisiatif tersebut.
Ia menegaskan, pembangunan oksinerator merupakan wujud komitmen Desa Mejayan dalam mendukung visi Madiun Bersaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera), sekaligus mewujudkan daerah yang bebas sampah.
"Terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Madiun serta investor (PT Sugih Sukses Abadi) yang telah mempercayakan desa ini mengelola TPS 3R dengan memiliki metode pembakaran sampahnya menggunakan Oksinerator suhu tinggi," ungkapnya di sela kesibukan di kantor, Jumat (30/10/2026).
Gunawan menambahkan, oksinerator berkapasitas pembakaran 2 ton per jam tersebut diharapkan menjadikan TPS 3R Desa Mejayan tidak hanya sebagai fasilitas pengolahan sampah tanpa penumpukan melalui sistem one day, one service, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan proyek percontohan (pilot project) penanganan sampah bagi daerah lain di Kabupaten Madiun. (dro/van)




