Jutaan Netizen Hujat Raffi Ahmad dan Willie Salim Gegara "Demo Tandingan Mahasiswa" Bersama Aparat

JAKARTA, BANGSAONLINE.com-Presenter Raffi Ahmad dan Youtuber Willie Salim langsung dihujat jutaan netizen begitu muncul dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang digelar di kawasan Bundaran HI Jakarta pada Kamis, 29 Oktober 2026. Alih-alih mendapat simpati anak-anak muda. Raffi dan Willie langsung diserang jutaan hujatan dari para netizen, terutama para anak muda. Raffi Ahmad dan Willie Salim bahkan dijadikan musuh bersama dan dicap sebagai salah satu penghancur negara.

“Kau ingat dulu baik-baik ya Raffi Ahmad. Salah satu pemicu kehancuran negara ini adalah kau,” teriak kreator konten Ainidjamain dengan lantang.

Dalam acara tersebut Raffi Ahmad dan Willie Salim memakai ikat kepala merah putih. Tampak juga para aparat TNI dan polisi. Raffi dan Willie tampak berada di barisan depan bersama para polisi dan TNI sambil mengepalkan tangan.

“Semangat Sumpah Pemuda harus digelorakan,” teriak Raffi Ahmad sambil mengepalkan tangan.

Aacara itu memang dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat, dan perwakilan mahasiswa memimpin pembacaan deklarasi. Acara tersebut menjadi perbincangan karena terdapat peserta yang mengaku sebagai mahasiswa.

Salah satu peserta itu bernama Bayu Setiadi alias Dino. Ia memakai jaket almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) viral di media sosial. Setelah ditelusuri, Dino mengaku bahwa ia bukanlah mahasiswa.

Karena itu deklarasi tersebut oleh netizen diplesetkan menjadi aksi mahasewa. Yakni orang yang disewa atau dibayar untuk macak mahasiswa tapi aslinya bukan mahasiswa. Maka mereka disebut mahasewa.

Karuan saja Raffi Ahmad dan Willie Salim langsung disambut jutaan hujatan. Para netizen menganggap aksi Raffli dan Willie itu sebagai “demo tandingan” terhadap demo ribuan mahasiswa dan warga sipil pada satu hari sebelumnya.  

“Kok tega ya Raffi Ahmad terhadap mahasiswa yang sehari sebelumnya demo bergesekan dengan aparat keamanan,” ujar kreator konten yang lain.

Menurut Ainidjamain, Raffi Ahmad harus bertanggungjawab atas kehancuran negara sekarang.

“Kau ini yang dulu mengajak rakyat memilih Prabowo Gibran. Kau lihat sekarang 55.000 lebih anak-anak menjadi korban keracunan MBG. KDMP dibangun di tengah sawah dan di puncak gunung. Karhutla di Pulau Sumatera, Kalimantan, Pulau Jawa dan Sulawesi , 5 pulau terbesar di Indonesia, hutannya terbakar semua. Apakah tidak kau pikirkan berapa triliun kerugian negara ini,” hujat lantang.

Raffli dan Willie pun klarifikasi. Willie bahkan terang-terangan mengaku dibayar.

“Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," ungkap Bayu dilansir Kompas.com.

Raffi Ahmad juga mengaku datang berdasarkan undangan. Lewat Instagramnya pada Jumat (30/10/2026), Raffi menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut hanya sebagai undangan.

Ia juga mengaku tak terlibat merencanakan acara tersebut. "Saat hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara. Serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," tegas Raffi di instagramnya.

"Saya juga ingin menegaskan bahwa tuduhan mengatur kemunculan salah satu merek tidak benar. Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya," tambahnya.