Cegah Dehidrasi, Ini Perlengkapan yang Kalian Butuhkan saat Mendaki di Puncak Musim Kemarau

BANGSAONLINE.com – Walaupun sempat hujan di akhir Oktober 2026, namun suhu masih menunjukkan angka yang cukup tinggi belakangan ini, yakni 35 hingga 37 derajat celcius.

Situasi ini tak menutup kemungkinan bakal mengakibatkan kalian dehidrasi jika mendaki dalam waktu dekat. Oleh sebab itu, pemilihan peralatan yang memadai untuk pendakian di puncak musim kemarau adalah hal yang sangat penting, khususnya bagi kalian yang masih pemula dalam hal pendakian.

Untuk tahu apa saja yang dibutuhkan, yuk simak poin-poin berikut ini, agar pendakian kalian tetap safety walau mendaki di puncak musim kemarau.

Pakaian

Pakaian menjadi hal yang sangat utama dalam hal ini. Ini berlaku untuk kaos dan celana yang kalian kenakan. Gunakan pakaian berbahan nilon, polyester, atau sejenisnya yang tidak berat, mampu menyerap keringat, dan mudah kering. Hindari pakaian berbahan denim, apalagi yang berwarna hitam.

Minum

Sudah menjadi kewajiban bagi semua pendaki untuk membawa air minum. Namun yang ingin kami tekankan adalah, bawa air minum lebih banyak dari biasanya, untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Vitamin

Kalian bisa membawa cairan tambahan yang bisa dicampur ke dalam air yang kalian bawa. Ini bisa dibeli di minimarket atau toko-toko kelontong yang menyediakan, seperti vitamin C, cairan ion, atau sejenisnya. Berdasarkan pengalaman penulis, minuman ini benar-benar sangat membantu untuk mengembalikan stamina di kala tubuh benar-benar terasa dehidrasi, agar pendakian kalian tidak terhambat dan tiba di tempat camp tepat waktu.

Jas hujan

Mungkin terdengar aneh, tapi membawa jas hujan di musim kemarau juga sangat penting, mengingat kondisi cuaca di gunung sering kali tidak menentu. Toh jas hujan ini juga bisa kalian manfaatkan sebagai bivak jika ingin berhenti sejenak dalam kondisi darurat.

Demikian poin-poin sepele namun sangat penting untuk kalian persiapkan jika ingin mendaki dalam waktu dekat. Adapun untuk persiapan lain seperti fisik, mental, dan lain-lain juga tetap harus dilakukan, termasuk tidak meninggalkan sampah di gunung. (msn)