Brigade TKN Minta Transparansi Penyaluran Dana CSR 3 Perusahaan di Kota Probolinggo

KOTA PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dari sejumlah perusahaan di Kota Probolinggo menjadi perhatian publik. Tiga perusahaan yang menjadi sorotan adalah Pabrik PAI, PT Kutai Timber Nusantara (KTI), dan PT Eratex Djaja.

Ketua Brigade Tapal Kuda Nusantara (TKN) Kota Probolinggo, Samsul Huddin, meminta pemerintah daerah setempat meningkatkan transparansi dalam pengawasan dan publikasi penggunaan dana CSR yang disalurkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Menurut dia, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui besaran dana yang disalurkan, program yang dilaksanakan, serta manfaat yang diterima masyarakat.

"CSR itu sebuah kewajiban bagi perusahaan, bukan sekadar bantuan suka rela. Maka dari itu, Pemkot harus transparan, kemana saja dana CSR itu disalurkan dan siapa saja yang menerima manfaatnya," ucapnya, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan belum merasakan manfaat secara langsung dari program CSR. Padahal, perusahaan tersebut menjalankan aktivitas usaha dan memperoleh keuntungan di wilayah Kota Probolinggo.

Samsul menegaskan, transparansi dalam pengelolaan dan penyaluran dana CSR penting untuk mencegah munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat terkait pemanfaatan dana tersebut.

"Kami dari Brigade Tapal Kuda Nusantara meminta Pemkot membuka data. Berapa besaran CSR dari PAI, KTI, dan Eratex Djaja setiap tahunnya, program apa saja yang sudah dijalankan, dan bagaimana dampaknya bagi warga," cetusnya.

Sebagai tindak lanjut, ia mengungkapkan pihaknya telah mengirim surat kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Probolinggo untuk meminta informasi terkait rincian dana CSR dari ketiga perusahaan tersebut.

"Itulah sebabnya, saya mengirim surat ke PPID Kota Probolinggo untuk meminta rincian dana CSR ketiga perusahaan tersebut. Tujuannya agar masyarakat tahu, untuk apa saja bantuan CSR tersebut, karena dananya tidak main-main," pungkasnya. (ugi/mar)