BNPB Perbarui Data Bencana di Lumajang, 1.567 KK Terdampak

BANGSAONLINE.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga yang terdampak rangkaian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lumajang, meningkat menjadi 1.567 kepala keluarga (KK). Selain itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan jumlah warga terdampak masih terus didata oleh petugas. Angka tersebut bertambah dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 1.417 KK terdampak.

"Ada dua jiwa yang meninggal, kemarin sudah kami sampaikan, mereka ini adalah bapak dan anak. Ada 1.567 KK yang terdampak dan ini masih dalam pendataan," ujarnya dikutip dari kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2026).

Menurut dia, bencana yang terjadi meliputi cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir bandang, banjir genangan, hingga tanggul jebol. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mengganggu infrastruktur dan aktivitas ekonomi warga.

BNPB mencatat bencana tersebut turut berdampak pada akses jalan, jaringan listrik, dan lahan pertanian di sejumlah wilayah. Sebelumnya, sebanyak 1.417 rumah dilaporkan terdampak akibat rangkaian peristiwa tersebut.

Penanganan darurat saat ini terus dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang bersama unsur gabungan lainnya. Personel disiagakan di tiga kecamatan yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari.

"Penanganan bencana terus dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang bersama unsur gabungan lainnya. Petugas disiagakan di tiga kecamatan terdampak, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari," kata Berton.

Wilayah yang terdampak meliputi delapan desa, yaitu Gondoruso, Rojopolo, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, Punorejo, Kaliuling, dan Pundungsari. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan sekaligus mendistribusikan bantuan logistik kepada warga.

Selain penyaluran bantuan, upaya pemulihan infrastruktur juga terus dilakukan, termasuk membuka kembali akses transportasi yang sempat terputus akibat longsor.

"Selain penyaluran bantuan, tim gabungan juga berupaya memulihkan akses transportasi yang terganggu akibat longsor. Salah satunya dengan membuka kembali jalur Tamansari-Iburaja yang sebelumnya tertutup material longsor," urai Berton.

BNPB juga meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Langkah antisipasi dilakukan melalui pemantauan kondisi sungai, jembatan limpasan, tanggul, serta gangguan jaringan listrik yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. (rom)