Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Madura tercatat sebagai penghasil tembakau terbesar ketiga di Indonesia.
āLangkah ini seolah menjadi upaya sistematis pemerintah pusat dalam menekan ekonomi Madura. Padahal, keberadaan perusahaan rokok selama ini menjadi penopang harga tembakau agar tidak jatuh di pasaran,ā ujar Toifur.
BACA JUGA:Pembangunan Bisa Berjalan Seimbang dengan Kelestarian Alam? Ning Lia Buka Ruang Aspirasi di Prigen
Ia menjelaskan, perusahaan rokok lokal berperan penting menjaga stabilitas harga tembakau karena menjadi pembeli utama hasil panen petani.
Dengan adanya pembekuan PR, ia khawatir petani tembakau akan kehilangan pasar dan terpuruk secara ekonomi.
BACA JUGA:Muncul Poros 'Emilia', Duet Emil Dardak dan Lia Istifhama Potensi Kuasai Suara NU dan Gen Z di Jatim
Halaman:










