Ketua Caretaker DPD AMPI Ajak Gen Z Lestarikan Kuliner Legendaris Berbumbu Rempah

Ringkasan Berita
  • Ketua Caretaker DPD AMPI Kota Kediri, Pramudya Ananta Permana, mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk melestarikan kuliner legendaris khas daerah yang kaya rempah dan nilai tradisi, seperti nasi pecel tumpang, soto bok ijo, tahu takwa, dan olahan kikil kambing.
  • Pramudya menekankan bahwa identitas bangsa tersimpan dalam cita rasa kuliner tradisional yang diolah turun-temurun, dan menjaga keaslian bumbu merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah kuliner daerah.
  • Ia mengapresiasi Warung Kikil Kambing Mbah Murtini yang telah beroperasi 43 tahun karena konsisten menggunakan kayu bakar dan mempertahankan suasana dapur tradisional, menilai keautentikan rasa dari tungku tradisional tak tergantikan di era digital.
  • Kehadiran Pramudya di warung yang kini dikelola generasi ketiga ini menjadi bentuk dukungan moral bagi UMKM kuliner pinggiran Kota Kediri, yang resepnya bertahan sejak 1983 dan mampu menjual puluhan kaki kambing per hari.
  • Warung Mbah Murtini menjadi rujukan kuliner kaki kambing di Kediri dengan harga terjangkau, menu andalan Kikil Kambing Rp35 ribu dan Krengsengan Kepala Rp25 ribu, serta dikenal karena tekstur empuk dan minim bau prengus.

KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Ketua Caretaker DPD AMPI Kota Kediri, Pramudya Ananta Permana, mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk ikut melestarikan kuliner legendaris khas Kota Kediri yang kaya rempah dan sarat nilai tradisi.

Kuliner legendaris di Kota Kediri di antaranya nasi pecel tumpang, soto bok ijo, tahu takwa, hingga olahan kikil kambing.

Pengusaha muda yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Uniska itu menilai identitas bangsa tidak lahir dari budaya instan, melainkan tersimpan dalam cita rasa kuliner tradisional yang diolah secara turun-temurun dengan kekayaan rempah Nusantara.

Saat mengunjungi Warung Kikil Kambing Mbah Murtini di Lingkungan Dadapan, Gang Sumber, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Pramudya tampak antusias menyaksikan proses memasak yang masih mempertahankan cara tradisional. 

Menurutnya, menjaga keaslian bumbu merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah kuliner daerah.

"Buat para generasi muda, pesan saya: jangan lupakan makanan-makanan legendaris. Terutama yang memiliki bumbu rempah tinggi dan asli dari alam. Itu jauh lebih iconic dengan Indonesia, khususnya Kota Kediri," tegas Pramudya usai menyatap kikil kambing, Jumat (8/5/2026).

Pria yang kini memimpin Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Kediri itu menilai keberadaan warung tradisional seperti milik Mbah Murtini menjadi hal istimewa di tengah perkembangan era digital saat ini.

Ia juga menyoroti konsistensi warung yang telah berdiri selama 43 tahun tersebut karena tetap menggunakan kayu bakar dan mempertahankan suasana dapur tradisionalnya.

"Mulai dari cara masaknya yang masih menggunakan kayu, hingga suasana dapur yang masih sama seperti awal berdiri. Itu poin yang sangat istimewa. Meski sekarang zamannya internet canggih, rasa autentik dari tungku tradisional takkan bisa tergantikan," tambahnya.

Kehadiran Pramudya di warung yang kini dikelola Mbak Is, generasi ketiga Mbah Murtini, sekaligus menjadi bentuk dukungan moral bagi pelaku UMKM kuliner di wilayah pinggiran Kota Kediri.

Ia mengapresiasi resep yang diwariskan sejak 1983 itu karena tetap bertahan dan mampu menghabiskan puluhan kaki kambing setiap hari.

Warung Mbah Murtini dikenal sebagai salah satu rujukan kuliner kaki kambing di Kota Kediri. Selain tekstur kikil yang empuk dan minim bau prengus, harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Menu andalannya yakni Kikil Kambing seharga Rp35 ribu dan Krengsengan Kepala Rp25 ribu masih menjadi favorit pelanggan. (uji/van)