Ringkasan Berita
- Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Job Fair 2026 dengan melibatkan 35 perusahaan, menyediakan sekitar 1.200 lowongan kerja untuk masyarakat.
- Acara ini merupakan upaya strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus menekan angka pengangguran terbuka yang masih meningkat meski pertumbuhan ekonomi mencapai 6,05 persen.
- Selain job fair, pemerintah rutin mengadakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi berstandar BNSP bagi 400-500 peserta per tahun untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
- Job Fair yang digelar sehari ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto dan dihadiri ribuan pencari kerja, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan akses kesempatan kerja.
KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemkot Mojokerto menggelar Job Fair 2026 di GOR Seni Majapahit, Rabu (24/6/2026), dengan melibatkan 35 perusahaan dan menyediakan sekitar 1.200 lowongan pekerjaan bagi masyarakat.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyebut kegiatan ini sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen, tetapi jumlah pengangguran masih meningkat. Ini menjadi perhatian kami karena masih banyak usia produktif yang belum memiliki pekerjaan,” ujarnya.
Selain membuka akses kerja melalui Job Fair, Pemkot Mojokerto juga rutin menggelar pelatihan dan sertifikasi kompetensi berstandar BNSP bagi 400–500 peserta setiap tahun untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
“Melalui Job Fair ini kami ingin memperluas akses informasi lowongan kerja agar semakin banyak angkatan kerja terserap dan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Job Fair yang digelar sehari ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto. Sejak pagi, ribuan pencari kerja memadati GOR Seni Majapahit, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses kesempatan kerja. (ris/mar)










